Share

UU Baru Resmi Larang Tertawa, Miras, dan Berbicara Keras di Pernikahan

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 21 Januari 2022 08:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 21 18 2535504 uu-baru-resmi-larang-tertawa-miras-dan-berbicara-keras-di-pernikahan-OnughysYZi.jpg Ilustrasi pernikahan (Foto: Sputnik)

RUSIA - Sebuah wilayah di selatan Rusia telah menjadi berita nasional setelah menyetujui prosedur baru untuk melakukan pernikahan dalam suasana "khidmat", yang secara resmi melarang tertawa, minum alkohol, dan berbicara keras.

Aturan baru, yang mulai berlaku pada Senin (17/1), juga menetapkan bahwa mereka yang memilih bentuk upacara yang khidmat menikah di aula dengan bendera dan lambang Rusia.

“Selama upacara pernikahan … hal-hal berikut tidak diperbolehkan: berbicara keras (termasuk di telepon), seru-seruan, tawa,” kata dokumen itu.

Para tamu juga dilarang mengenakan pakaian luar dan sepatu kotor, serta membawa tas besar dan ransel. Menata ulang furnitur ruangan dan rangkaian bunga juga tidak diperbolehkan.

Baca juga: 2 Hak Istri dalam Perkawinan, Suami Wajib Tahu

Musik dan fotografi diperbolehkan, tetapi upacara dibatasi maksimal 40 menit.

Berbicara kepada edisi lokal surat kabar harian Komsomolskaya Pravda, kepala departemen wilayah Rostov Olga Isaenko mengklarifikasi bahwa pembatasan diberlakukan untuk menghentikan apa pun yang mengganggu upacara.

Baca juga: Tenggak Miras Oplosan, 22 Orang Tewas dan 16 Kritis

“Harus diingat bahwa pernikahan bukanlah lelucon, dan kantor catatan sipil bukanlah tempat untuk bercanda,” terangnya.

“Ini adalah tempat di mana sebuah keluarga baru diciptakan. Dan biasanya, orang tergerak oleh acara tersebut. Mereka bahkan mungkin menangis. Tapi kalau orang serius dengan acara itu, pasti tidak ada yang menertawakan,” lanjutnya.

Menurut Isaenko, tersenyum diperbolehkan, tetapi tidak ada yang lucu tentang upacara pernikahan, yang merupakan "momen khidmat dan khidmat."

“Tata cara upacara hanya menyatakan tidak boleh mengganggu upacara, termasuk tertawa, berteriak, dan berbicara keras. Ya, pernikahan adalah momen yang menyenangkan, tetapi tidak boleh ada kebingungan, ”jelasnya.

"Saya tidak tahu upacara khusyuk di mana Anda bisa tertawa,” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini