Share

Kubah Masjid di Tasikmalaya Roboh Diterjang Hujan Angin

Antara, · Rabu 26 Januari 2022 01:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 25 340 2537779 kubah-masjid-di-tasikmalaya-roboh-diterjang-hujan-angin-dWIx8JeJ2R.jpg Kubah masjid di Tasikmalaya roboh diterjang angin kencang (Foto: Antara)

TASIKMALAYA - Kubah Masjid Al Istiqomah di Kampung Cipicung, Kelurahan Tugujaya, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, tiba-tiba roboh akibat terjangan angin kencang disertai hujan deras yang melanda wilayah kota tersebut.

Pengurus DKM Al Istiqomah Agus Nasaromdoni membenarkan kubah masjid jatuh ke bawah saat terjadi hujan disertai angin kencang melanda daerah tersebut sekitar pukul 15.00 WIB.

"Kejadiannya pas hujan, langsung jatuh kubahnya," kata Agus, Selasa (25/1/2022).

Baca Juga:  Angin Kencang di Kabupaten Bogor: 4 Rumah Rusak Berat, 34 Rusak Ringan

Ia menyampaikan, kubah masjid itu jatuh ke bagian belakang dan menimpa sebagian atap rumah warga dan dua sepeda motor yang berada di belakang masjid. Akibat peristiwa itu, kata dia, tidak menimbulkan korban jiwa, hanya kerusakan rumah dan sepeda motor, termasuk pada bangunan masjid yang ditaksir kerugiannya sekitar Rp100 juta.

"Kubah itu belinya Rp64 juta, kerugian ditaksir Rp100 juta," katanya.

Ia menyampaikan, setelah kejadian itu warga secara gotong royong membersihkan material bangunan. Kemudian, memperbaiki masjid agar bisa digunakan kembali untuk kegiatan ibadah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya Ucu Anwar membenarkan telah terjadi cuaca yang cukup ekstrem yakni hujan deras disertai angin kencang melanda Kota Tasikmalaya.

Baca Juga:  Diterjang Angin Kencang, Puluhan Rumah di Kabupaten Batang Rusak Berat

Sejumlah personel dari BPBD Kota Tasikmalaya sudah bergerak ke lapangan untuk menanggulangi daerah yang terdampak akibat cuaca ekstrem tersebut. Daerah yang terdampak bencana itu, kata dia, cukup banyak titiknya, sementara petugas di lapangan jumlahnya terbatas sehingga belum bisa mendata secara keseluruhan.

"Personel kami terbatas dan kejadian banyak, kami masih tangani," katanya.*

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini