Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

3 Tokoh Muslim Asal Ukraina, Siapa Saja?

Tim Litbang MPI , Jurnalis-Kamis, 03 Maret 2022 |07:01 WIB
3 Tokoh Muslim Asal Ukraina, Siapa Saja?
Mustafa Dzhemilev. (Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Semakin banyak warga dunia yang ingin tahu seluk-beluk Ukraina belakangan ini. Terutama ketika perang antara Ukraina dan Rusia meletus. Ukraina diketahui merupakan negara yang cukup banyak memiliki penduduk Muslim. Sampai hari ini, jumlah Muslim di Ukraina diperkirakan mencapai 2 juta jiwa. Berikut adalah 3 tokoh Ukraina yang menganut agama Islam.

BACA JUGA: 5 Muslim yang Menjadi Pahlawan Uni Soviet, Salah Satunya Perempuan Tangguh

Rinat Akhmetov

Miliarder Ukraina Rinat Akhmetov. (Foto: Reuters)

Rinat Akhmetov adalah seorang pengusaha kaya dan terkenal asal Ukraina yang turut menengahi pertikaian di Ukraina Timur. Dia tidak ingin Ukraina hancur hanya karena adanya perbedaan pandangan politik. Pada Februari 2022, miliarder Muslim tersebut akan membuka pusat investasi di London, Inggris, di tengah krisis Rusia dan Ukraina.

BACA JUGA: Orang-Orang Terkaya Ukraina Dilaporkan Melarikan Diri di Tengah Ancaman Invasi Rusia

Rinat memiliki kekayaan sebesar USD7,1 miliar atau setara dengan Rp101,5 triliun. Rupanya, para pengusaha kaya di Ukraina, termasuk Rinat telah melarikan diri sebelum perang Rusia-Ukraina pecah.

Said Ismagilov

Sheikh Said Ismagilov merupakan salah satu pemimpin Muslim Ukraina yang lahir pada 9 Agustus 1978. Ia memulai karier di bidang keagamaannya sejak 2002, saat menjadi imam sebuah komunitas Muslim di Donetsk bernama ‘Duslyk’.

Mengutip World Bulletin, Said selalu memberikan pesan damai kepada para Muslim di Ukraina. Ia kerap mengatakan bahwa umat Muslim di negaranya tidak pernah merasakan hal-hal negatif seperti pembantaian dan sangat diberikan kebebasan untuk menjalankan aktivitas keagamaan.

Mustafa Dzhemilev

Mustafa Dzhemilev. (Foto: Reuters)

Dzhemilev merupakan tokoh muslim terkenal yang lahir di Krimea. Ia juga aktif sebagai Wakil Rakyat Ukraina sejak 1998. Pada 2014, Mustafa didapuk menjadi Komisaris Presiden Ukraina untuk urusan rakyat Tatar Krimea hingga 2019.

Melansir Ukrinform, banyak pihak yang menginginkan Mustafa untuk dianugerahi Nobel Perdamaian. Salah satunya adalah Wakil Marsekal Sejm Publik Polandia, Malgorzata Gosiewska. Wanita 55 tahun itu mengatakan bahwa sudah banyak organisasi di Polandia yang bekerja sama dengan Tatar Krimea sejak lama.

Mustafa banyak berjuang untuk orang-orang yang diasingkan. Ia memperjuangkan hal tersebut tanpa kekerasan dan teror. Bahkan, Mustafa sudah berulang kali mendapat penganiayaan dan dijebloskan ke dalam penjara.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement