Share

Putin: Operasi Militer Rusia di Ukraina Berjalan Sesuai Rencana

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 04 Maret 2022 11:58 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 04 18 2556218 putin-operasi-militer-rusia-di-ukraina-berjalan-sesuai-rencana-UxA77lZSzx.jpg Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: Reuters)

MOSKOW – Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa operasi militer Rusia di Ukraina sejauh ini berjalan sesuai rencana dan semua tugas sedang dilaksanakan "dengan sukses".

"Tentara kami berjuang dengan gigih, dengan pemahaman penuh tentang kebenaran akan perjuangan mereka, bahkan setelah terluka, mereka tetap dalam formasi, mengorbankan diri (...) untuk menyelamatkan rekan dan warga sipil," kata Putin dalam pidato kepada Majelis Keamanan Rusia sebagaimana dilansir Sputnik, Jumat (4/3/2022).

Dia mencatat bahwa pasukan Rusia berusaha untuk mencegah korban sipil di Ukraina.

Putin menuding bahwa pasukan nasionalis dan tentara bayaran asing di Ukraina menggunakan warga sipil sebagai tameng manusia. Dia mengatakan bahwa pasukan Ukraina menempatkan banyak peralatan militer di pemukiman padat penduduk.

"Alih-alih memenuhi janji untuk mengeluarkan peralatan ini dari daerah pemukiman, dari taman kanak-kanak, rumah sakit, sebaliknya, tank, artileri, mortir juga dikerahkan di sana," katanya.

Presiden Rusia itu juga mengatakan bahwa ribuan warga asing disandera di Ukraina, termasuk sekira 3.179 warga negara India yang dihalangi meninggalkan negara itu.

"Neo-Nazi juga menembaki mahasiswa China yang mencoba meninggalkan Kharkov. Dua dari mereka terluka. Saya ulangi: ratusan orang asing berusaha meninggalkan zona perang, tetapi mereka tidak diizinkan melakukannya," tegas Putin.

Dia menambahkan bahwa pasukan Rusia "telah menyediakan koridor di semua zona konflik tanpa kecuali, menyediakan transportasi sehingga warga sipil, warga negara asing memiliki kesempatan untuk pergi ke tempat yang aman".

Pidato itu disampaikan Putin tak lama setelah Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov, mengatakan bahwa Barat telah meningkatkan pengiriman tentara bayaran dari perusahaan militer swasta (PMC) ke Ukraina. Konashenkov mengatakan bahwa intelijen militer Amerika Serikat (AS) meluncurkan kampanye besar-besaran untuk merekrut kontraktor PMC untuk Ukraina.

Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa Ukraina mengharapkan sekira 16.000 tentara bayaran asing datang dan bertempur untuk mendukung negara itu.

Menurut perkiraan dari Kementerian Pertahanan Rusia, 200 tentara bayaran Kroasia telah tiba di Ukraina, sementara Inggris, Denmark, Latvia, dan Polandia juga memberikan lampu hijau untuk mengirim tentara bayaran ke sana.

Konashenkov mengatakan bahwa tentara asing yang sudah berada di Ukraina "melakukan sabotase dan penggerebekan terhadap konvoi peralatan dan pasokan material Rusia, serta pesawat yang melindungi mereka."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini