Share

Diguyur Hujan Semalaman, 3 Desa di Probolinggo Kebanjiran

Antara, · Jum'at 04 Maret 2022 10:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 04 340 2556146 diguyur-hujan-semalaman-3-desa-di-probolinggo-kebanjiran-0bvAsNmT4T.jpg Illustrasi (foto: dok Okezone)

PROBOLINGGO - Banjir menerjang tiga desa yang tersebar di dua kecamatan di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur akibat hujan deras yang mengguyur kawasan setempat sejak Kamis 3 Maret 2022 sore hingga malam.

"Desa yang terendam banjir yakni Desa Tambakrejo di Kecamatan Tongas, kemudian di Kecamatan Dringu ada Desa Dringu dan Desa Kedungdalem," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo, Sugeng Suprisayoga saat dikonfirmasi, Jumat (4/3/2022).

BACA JUGA:56 Kelurahan di 14 Kecamatan di Kota Medan Terdampak Banjir 

Menurut dia, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terjadi sejak Kamis (3/3) sore yang diduga menjadi pemicu terjadinya peningkatan debit air sungai dan meluap hingga menggenangi permukaan warga di tiga desa tersebut.

"Banjir yang terjadi di Kecamatan Dringu biasanya kiriman dari wilayah atas yakni Kecamatan Sumber, Kuripan, dan Bantaran, sedangkan banjir di Kecamatan Tongas biasanya kiriman air dari Kecamatan Sukapura dan Lumbang," tuturnya.

 BACA JUGA:Banjir yang Menggenangi 51 Rumah Warga Langkat Berangsur Surut

Sugeng mengatakan, banjir di tiga desa tersebut sudah surut, sehingga relawan dan warga mulai kerja bakti membersihkan perabotan rumah yang sempat terendam banjir yang sebagian juga disertai lumpur.

"Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Probolinggo juga masih melakukan asessmen akibat banjir yang menerjang di dua kecamatan itu untuk melakukan pendataan jumlah korban yang terdampak banjir," katanya.

Ia menjelaskan, kedua kecamatan tersebut merupakan daerah rawan banjir, sehingga ketika hujan turun dengan intensitas sedang hingga deras dengan durasi waktu lebih 2 jam, maka kemungkinan akan banjir apalagi bersamaan dengan air pasang laut maka banjirnya akan semakin besar.

"Kami imbau masyarakat di daerah rawan banjir untuk tetap meningkatkan kewaspadaannya terhadap ancaman bencana alam banjir karena cuaca masih ekstrem dan potensi hujan masih terjadi," ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari dalam rilisnya secara tertulis melaporkan banjir berdampak pada 1.061 KK yang menempati 1.061 rumah di Kabupaten Probolinggo.

Berdasarkan kajian inaRISK, sebanyak 21 kecamatan di Kabupaten Probolinggo teridentifikasi sebagai wilayah dengan potensi bahaya banjir kategori sedang hingga tinggi. Kecamatan Tonggas dan Dringgu yang berdekatan dengan wilayah perairan termasuk pada wilayah dengan potensi tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini