Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ketua DPR: Perlindungan terhadap Perempuan Harus Menjadi Prioritas dalam Mitigasi Konflik

Antara , Jurnalis-Selasa, 08 Maret 2022 |18:26 WIB
Ketua DPR: Perlindungan terhadap Perempuan Harus Menjadi Prioritas dalam Mitigasi Konflik
Ketua DPR RI, Puan Maharani (foto: ist)
A
A
A

JAKARTA - Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional, Ketua DPR RI Puan Maharani meminta kepada semua pihak perlu menekankan pentingnya melindungi kaum perempuan, karena posisi kelompok tersebut sering kali berada dalam pusaran konflik.

"Mulai dari konflik rumah tangga, sosial, hingga perang antarnegara. Sebagai kelompok rentan, selain anak, perlindungan perempuan dalam konflik harus menjadi prioritas," kata Puan dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (8/3/2022).

BACA JUGA:Hari Perempuan Internasional, Jokowi: Mereka Berjuang di Berbagai Palagan 

Ia mengatakan, dalam situasi konflik perempuan sebagai kelompok rentan bisa menjadi korban berkali-kali. Mendapat kekerasan, kehilangan akses kebutuhan dasar, akses sumber daya alam, sampai menjadi sasaran kekerasan seksual.

"Oleh karena itu, perlindungan dan kepentingan perempuan harus menjadi prioritas pada masa mitigasi konflik dan pasca-konflik," ucap Puan.

BACA JUGA:Hari Perempuan Internasional, Partai Perindo Kawal Terus RUU TPKS & Perjuangkan Perlindungan Perempuan 

Ia menegaskan, negara harus menjamin hak-hak perempuan secara penuh, terlebih dalam situasi konflik dan pasca-konflik sekalipun. Kebijakan negara tidak boleh memperbesar kesenjangan sosial dan diskriminasi terhadap perempuan.

"Regulasi yang disahkan negara harus berfungsi efektif untuk menjamin perlindungan terhadap perempuan," ujarnya.

DPR sendiri terus memastikan legislasi yang dibuat melindungi perempuan sebagai kelompok rentan. Salah satunya adalah Rancangan Undang-undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) yang sedang dibahas DPR dan pemerintah.

"DPR RI akan terus mengawal hak-hak perempuan dan perlindungan perempuan agar tidak lagi menjadi korban," ujarnya.

Di sisi lain, ia mengajak perempuan Indonesia agar selalu berani bersuara saat menghadapi konflik. Sebab, perempuan punya banyak kontribusi positif pada terciptanya perdamaian.

Hari Perempuan Sedunia sendiri bermula dari adanya unjuk rasa pada 8 Maret 1909. Selanjutnya aksi buruh perempuan di New York pada 1911 menjadi tonggak sejarah kesetaraan gender dalam aspek-aspek kehidupan.

Tema International Women's Day 2020 adalah #BreakTheBias "Gender equality today for a sustainable tomorrow" atau Kesetaraan gender hari ini untuk masa depan yang berkelanjutan. Tema ini dibuat untuk meningkatkan kesadaran terhadap bias dunia terhadap kesetaraan gender.

(Awaludin)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement