Share

Zelensky Siap Berdialog Langsung dengan Putin untuk Akhiri Perang

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 10 Maret 2022 12:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 10 18 2559379 zelensky-siap-berdialog-langsung-dengan-putin-untuk-akhiri-perang-8x4VWXQzYi.JPG Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. (Foto: Reuters)

KIEV – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky siap untuk melakukan pembicaraan langsung dengan seterunya, Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengakhiri konflik berdarah yang saat ini berlangsung antara kedua negara, demikian disampaikan Kiev.

Berbicara dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg, Wakil Kepala Kantor Kepresidenan Ukraina Igor Zhovkva menyampaikan keinginan Zelensky, menekankan bahwa pembicaraan langsung antara Zelensky dan Putin sangat penting untuk menghentikan perang.

BACA JUGA: Siap Hentikan Perang, Ini 4 Tuntutan Rusia yang Harus Dipenuhi Ukraina

Dia menekankan bahwa syarat utama Kiev untuk pembicaraan semacam itu adalah gencatan senjata dan penarikan pasukan Rusia dari Ukraina, demikian diwartakan Sputnik.

Sebelumnya, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov telah mengatakan bahwa Rusia menginginkan empat hal dari Ukraina untuk mengakhiri aksi militernya di negara itu. Di antara tuntutan Rusia adalah pengakuan atas Krimea dan status netralitas Ukraina.

Hingga Kamis (10/3/2022) Rusia dan Ukraina telah mengadakan tiga putaran negosiasi di Belarus dalam upaya untuk menemukan solusi diplomatik untuk menyelesaikan krisis tersebut. Kedua belah pihak telah sepakat untuk membangun koridor kemanusiaan untuk membiarkan warga sipil melarikan diri dari daerah di mana pertempuran berlanjut. Namun, tidak semua koridor ini beroperasi penuh.

Follow Berita Okezone di Google News

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan timpalannya dari Ukraina Dmitry Kuleba dijadwalkan bertemu di sela-sela Forum Diplomatik di Antalya Turki pada Kamis.

Rusia memulai operasi militer khusus di Ukraina pada 24 Februari setelah Republik Donetsk dan Luhansk yang memisahkan diri meminta bantuan Moskow di tengah penembakan intensif terhadap warga sipil di wilayah Donbass.

Putin, yang juga menandatangani dekrit yang mengakui kedaulatan kedua republik itu pada 21 Februari, mengatakan bahwa pasukan Rusia dikerahkan ke Ukraina untuk "demiliterisasi dan de-Nazifikasi" negara itu.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini