“Mungkin dia benar-benar ingin meningkatkan integritas Rusia dan dengan tulus mendoakan kebaikan untuk Rusia. Tapi bisakah dia benar-benar melakukan sesuatu?,” terangnya.
"Saya pikir Anda sendiri yang tahu jawaban untuk pertanyaan ini,” ujarnya.
Terlepas dari waktu yang mengerikan dari posting Januari 2021 dan kemudian menghilang, keduanya tidak dianggap terkait.
Mantan pacar Vedler, Dmitry Korovin, 23, mengaku mencekiknya sampai meninggal sebelum membuangnya sejauh 300 mil ke wilayah Lipetsk dan meninggalkan mayatnya di bagasi mobil.
Perselisihan yang menyebabkan Korovin membunuh Vedler sebenarnya lebih karena uang, bukan pemikirannya tentang rezim Rusia.
Komite Investigasi Rusia merilis sebuah video ketika Korovin mengaku dan menunjukkan bagaimana dia membunuh Vedler.