Share

Gempa M7,3 Guncang Jepang, 1 Meninggal dan Puluhan Orang Terluka

Susi Susanti, Okezone · Kamis 17 Maret 2022 05:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 17 18 2562933 gempa-m7-3-guncang-jepang-1-meninggal-dan-puluhan-orang-terluka-RGXrhwsjKF.jpg Gempa M7,3 guncang Jepang (Foto: USGS)

JEPANG - Gempa bumi kuat melanda timur laut Jepang pada Rabu (16/3) malam. Gempa ini memutus aliran listrik ke dua juta rumah. Satu orang tewas dan puluhan orang diyakini terluka.

Gempa berkekuatan 7,3 skala richter ini melanda wilayah yang sama di mana gempa bumi besar memicu bencana nuklir Fukushima 11 tahun lalu.

AFP melaporkan di beberapa daerah itu terlalu kuat bagi orang untuk berdiri, dan gedung-gedung berguncang di ibu kota Tokyo.

Pihak berwenang Jepang mengatakan gempa itu terjadi pada pukul 23:36 (14:36 GMT).

Gempa susulan dikatakan mungkin terjadi di prefektur Fukushima, Miyagi dan Yamagata.

Baca juga: Gempa Magnitudo 7,3 Guncang Jepang Picu Peringatan Tsunami

Sesaat setelah gempa, badan meteorologi Jepang mengeluarkan peringatan untuk gelombang tsunami setinggi satu meter (3,3 kaki) untuk beberapa bagian pantai timur laut. Namun lembaga penyiaran Jepang NHK melaporkan bahwa peringatan itu telah ditarik.

Gelombang setinggi 30 cm (1 kaki) direkam oleh pihak berwenang di salah satu area.

Baca juga: Gempa Magnitudo 7,3 di Jepang, Guncangan Kuat Dirasakan di 2 Prefektur

Penyedia listrik lokal mengatakan sekitar 700.000 rumah di Tokyo dan 156.000 di timur laut Jepang telah dibiarkan tanpa listrik segera setelah goncangan, tetapi pasokan sejak itu telah dipulihkan ke banyak rumah tangga.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Sejumlah orang di seluruh timur laut Jepang terluka oleh benda jatuh atau jatuh. Media lokal melaporkan di kota Soma seorang pria berusia enam puluhan telah meninggal.

Sebuah kereta peluru di utara kota Fukushima juga tergelincir akibat gempa. Tidak ada laporan segera tentang cedera dari insiden itu.

Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida mengatakan kepada wartawan bahwa pemerintah masih berusaha untuk menilai tingkat kerusakan, dan pihak berwenang mengatakan layanan darurat telah dibanjiri dengan panggilan telepon.

Di Ishinomaki, seorang pejabat kota mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa dia terbangun oleh "guncangan yang sangat hebat".

"Saya mendengar tanah bergemuruh. Bukannya takut, saya langsung teringat gempa Great East Japan," katanya merujuk pada bencana 2011.

Gempa Kamis tercatat 57km (35 mil) di lepas pantai Fukushima, tidak jauh dari pusat gempa paling kuat dalam sejarah Jepang, yang menewaskan 18.000 orang ketika terjadi sebelas tahun lalu.

Diketahui, gempa pada 2011 memicu tsunami dan menghancurkan pembangkit nuklir Fukushima, memicu bencana besar setelah radiasi bocor dari pembangkit.

Otoritas nuklir mengatakan bahwa tidak ada kelainan yang terdeteksi setelah gempa yang terjadi pada Rabu (16/3) malam di situs Fukushima yang rusak.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini