Share

Apa Arti Black Sun? Simbol di Seragam Tentara Ukraina yang Pernah Digunakan Nazi

Agregasi BBC Indonesia, · Kamis 17 Maret 2022 12:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 17 18 2563147 apa-arti-black-sun-simbol-di-seragam-tentara-ukraina-yang-pernah-digunakan-nazi-YDYyqT5Xio.jpg Foto viral yang memperlihatkan tentara Ukraina terlihat mengenakan simbol black sun, yang dikaitkan dengan Nazi, di seragamnya. (Foto: Anastasia Vlasova/Getty Images)

DUA foto prajurit Ukraina menjadi viral di media sosial karena mereka mengenakan simbol yang dapat dikaitkan dengan Nazisme di seragam mereka.

Dalam foto pertama, logo yang disebut "matahari hitam" atau black sun itu tampak di rompi seorang prajurit yang membantu evakuasi warga sipil di dekat Kyiv. Foto tersebut diambil oleh jurnalis foto Ukraina Anastasia Vlasova dan diunggah ke Twitter oleh Getty Images.

BACA JUGA: Polisi Inggris Waspadai Nazi Menuju Ukraina, Cari Ekstremis Sayap Kanan

Foto kedua diunggah - dan kemudian dihapus - oleh NATO pada 8 Maret. Foto itu menunjukkan seorang perempuan mengenakan simbol black sun yang sama di seragamnya.

"Sebagai bagian dari kolase Hari Perempuan Sedunia untuk media sosial, kami mengunggah sebuah foto dari rekaman stok salah satu agensi internasional. Unggahan tersebut dihapus ketika kami menyadari ia memuat simbol yang tidak dapat kami verifikasi sebagai simbol resmi," kata seorang juru bicara NATO berkata kepada BBC.

Apa makna simbol black sun?

Simbol black sun terdiri dari dua lingkaran konsentris, dan di pusatnya ada titik yang tampak seperti memancarkan sinar layaknya matahari.

Simbol itu digunakan dalam berbagai versi oleh berbagai budaya di seluruh dunia, termasuk masyarakat Nordik dan Keltik kuno.

"Kita jangan berasumsi" bahwa ia selalu menandakan "rasisme atau paham supremasi kulit putih", kata Anti-Defamation League (ADL), organisasi di Amerika Serikat (AS) yang melawan anti-Semitisme.

Simbol black sun yang terlihat di seragam tentara Ukraina. (Foto: Anastasia Vlasova/Getty Images)

Namun demikian, black sun adalah salah satu "dari sekian banyak simbol Eropa yang digunakan oleh Nazi dalam upaya mereka untuk menciptakan ras Arya yang ideal," imbuh organisasi itu.

BACA JUGA: Memaafkan neo-Nazi dan Serang Orang di Donbass, Putin: Tindakan Kiev Buat Ukraina dalam Bahaya

Simbol yang paling sering dikaitkan dengan Nazisme adalah swastika, yang tidak tampak dalam foto-foto prajurit Ukraina tersebut.

Namun menurut organisasi HAM Freedom House, black sun kerap digunakan di Ukraina sebagai tanda ideologi ekstrem kanan.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Contohnya, simbol itu adalah salah satu lencana Batalyon Azov, batalyon nasionalis yang menjadi terkenal pada puncak konflik Ukraina dengan kelompok separatis sokongan Rusia di wilayah timur negeri itu. Unit tersebut awalnya adalah pasukan relawan, tapi sekarang sudah diserap oleh militer Ukraina, dan menerima perintah dari komandan Garda Nasional.

Secara elektoral, kelompok ekstrem-kanan masih merupakan minoritas di Ukraina - dalam pemilihan tahun 2019, para kandidat dan kelompok ekstrem kanan seperti Svoboda gagal memenuhi ambang batas 5% yang menjadi syarat untuk mendapatkan kursi di parlemen.

'Denazifikasi' Ukraina

Foto-foto prajurit Ukraina yang mengenakan simbol black sun telah meramaikan kembali perdebatan tentang pengaruh ideologi sayap kanan dalam politik Ukraina, dalih yang digunakan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin, untuk menginvasi negara tetangganya.

Para pakar mengatakan bahwa omongan Putin soal "denazifikasi" Ukraina adalah upaya untuk membenarkan kepada dunia, dan terutama rakyat Rusia, tindakan militernya terhadap sesama bangsa Slavik.

Rusia "dengan gampangnya melabeli para musuh dan korbannya di Eropa sebagai Nazi", kata Keir Giles, seorang pengamat negara itu, yang menulis laporan Nato tentang perang informasi.

"Kita melihat ini tidak hanya di Ukraina, tetapi juga dalam fitnah Rusia terhadap negara-negara Baltik," ujarnya.

"Anda tidak bisa percaya narasi bahwa Ukraina itu Nazi, seperti yang diklaim Putin, tetapi Anda juga tidak bisa bilang bahwa neo-Nazisme di negara itu tidak signifikan," kata Andrew Traumann, Profesor Hubungan Internasional di Universitas UniCuritiba di Brasil.

Namun Amy Randall, sejarawan di Universitas Santa Clara California, berkata kepada BBC: "Ukraina tidak dikendalikan oleh Nazi atau para fasis."

Dia menyebutkan bahwa memang kelompok-kelompok ultra-nasionalis dan fasis telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir, namun itu "adalah masalah global, bukan masalah unik di Ukraina."

"Faktanya, pemerintah Ukraina yang dipilih secara demokratis dipimpin presiden Yahudi, Volodymyr Zelensky, yang paman buyutnya dan anggota keluarga lainnya dibunuh saat Holokos."

Partai-partai ekstrem kanan lagipula tampil lebih kuat dalam pemilu baru-baru ini di Jerman dan Prancis, daripada di Ukraina.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini