Share

5 Negara yang Dikenal sebagai Penjajah, Nomor 2 Sejak Tahun 1492

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Minggu 20 Maret 2022 07:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 19 18 2564409 5-negara-yang-dikenal-sebagai-penjajah-nomor-2-sejak-tahun-1492-8iDUgSd4nJ.jpg Arsip penjajahan Belanda/ist

NEGARA yang dikenal sebagai negara penjajah adalah negara yang pernah menjadikan wilayah lain sebagai koloninya. Selain untuk memperbesar luas wilayah kekuasaannya, negara penjajah juga mengeksploitasi sumber daya alam dan sumber daya manusia di koloninya tersebut demi memperoleh keuntungan sebesar-besarnya.

(Baca juga: Mengenang Perjuangan Pembebasan Irian Barat)

Portugis dan Spanyol adalah pelopor penjelajahan samudera yang dilakukan oleh bangsa Eropa. Hal ini bermula dari jatuhnya Konstantinopel ke tangan Kekhalifahan Turki Utsmani. Sejak itu, jalur perdagangan darat Asia-Eropa terputus.

Tingginya kebutuhan rempah-rempah di benua Eropa membuat bangsa di Eropa mencari jalan lain untuk memenuhi permintaan pasar. Inilah salah satu alasan yang mendorong negara-negara tersebut menjajah. Berikut ini negara-negara yang dikenal sebagai negara penjajah dilansir beragam sumber.

1. Portugis

Portugis memulai penjelajahan samuderanya untuk mendapatkan akses rempah-rempah. Vasco da Gama berhasil sampai ke India pada 1498, mengikuti jalur yang dilalui Bartholomeus Diaz sebelumnya yang telah mencapai Tanjung Harapan, Afrika Selatan. Di Afrika, pada 1526, Portugis memperbudak pribumi dan mengirimkan mereka ke Brasil sebagai pekerja.

Brasil merupakan kolonisasi Portugis, saat misi pelayarannya tiba di Amerika Selatan pada 1500. Di Asia Tenggara, Afonso de Albuquerque berlabuh di Selat Malaka pada 1511 dan tahun berikutnya tiba di Maluku. Portugis kemudian mendominasi perdagangan rempah-rempah ke Eropa dan mengeruk banyak keuntungan dari tanah jajahannya.

2. Spanyol

Di era kolonial, tahun 1492-1821, Spanyol mengirim penjelajah ke Dunia Baru. Spanyol menjadikan wilayah jajahan, yang disebut Spanyol Baru, sebagai bagian dari kerajaannya. Pada puncaknya, Spanyol berhasil menaklukkan seluruh Meksiko, Amerika Tengah hingga Tanah Genting Panama, daratan yang saat ini adalah Amerika Serikat bagian barat daya dan Florida, dan sebagian besar Hindia Barat (pulau-pulau di Laut Karibia), termasuk juga Filipina di lepas pantai Asia Tenggara.

Misi Spanyol untuk mengusai Dunia Baru dimulai oleh Christopher Colombus. Pada 1492, ia berlayar ke barat dan menginjakkan kaki di pulau-pulau di Laut Karibia, yang ia kira Hindia.

3. Belanda

Tak berbeda dengan Portugis dan Spanyol, Belanda juga mendasari kolonialisasinya dengan motif ekonomi. Fondasinya dimulai pada abad ke-17 dengan mengoperasikan perusahaan-perusahaan dagang di Asia dan Atlantik. Pada dekade terakhir abad 19, ketika Inggris dan Prancis fokus pada aneksasi dan penaklukan, Belanda lebih menguatkan konsentrasi wilayah yang dikuasai ketimbang memperluasnya. Hal ini terlihat di tahun 1873, Belanda menyerahkan wilayahnya di Gold Coast, Afrika kepada Inggris. Jika ditotal, negara yang pernah dijajah Belanda berjumlah 29, termasuk Indonesia.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

4. Prancis

Prancis mulai mendirikan koloni di utara Amerika, Karibia, dan India pada abad ke-17. Di Afrika bagian barat, Prancis membangun pos perdagangan di sepanjang pantai. French East India Company menjadi alat Prancis untuk bersaing dalam perdagangan di timur. Pada 1830, Prancis merebut Aljazair dari Kekaisaran Turki Ottoman. Sejak itu Prancis memperluas wilayah jajahannya di benua Afrika, yang kemudian merambah ke Asia. Beberapa negara di Asia Tenggara menjadi daerah kekuasaan, yakni Vietnam, Kamboja, dan Laos, yang disebut dengan Indochina.

5. Inggris

Pada abad 16, Inggris mulai melakukan upaya kolonisasi. Didorong oleh ambisi ekonomi dan persaingan dengan Prancis, penjajahan Inggris atas wilayah lain terjadi semakin cepat. Pada abad 17, negara ini telah menguasai Amerika Utara dan Hindia Barat. Perusahaan dagang East India Company, yang dibentuk Inggris, mendirikan pos perdagangan di India pada tahun 1600. Aktivitasnya meluas ke Asia hingga akhirnya wilayah Penang, Singapura, Malaka, menjadi bagian Inggris.

Pada akhir abad ke-19, wilayah kekuasaan Inggris telah meliputi hampir seperempat daratan di dunia, dengan populasi lebih dari seperempat total penduduk dunia. (fmi)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini