Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

BMKG: Es di Puncak Jaya Papua Diprediksi Punah pada 2025

Carlos Roy Fajarta , Jurnalis-Senin, 21 Maret 2022 |16:14 WIB
BMKG: Es di Puncak Jaya Papua Diprediksi Punah pada 2025
Puncak Jaya (Foto: istimewa)
A
A
A

JAKARTA - Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengungkapkan bahwa pemanasan global dan kenaikan suhu akibat perubahan cuaca ekstrem dapat menyebabkan es di Gunung Jaya Wijaya, di Kabupaten Yahukimo, Papua punah pada 2025.

Hal tersebut disampaikannya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR RI di Gedung Parlemen Senayan Jakarta pada Senin (21/3/2022).

Dwikorita menyebutkan contoh ekstrem dampak pemanasan global yakni prediksi hilangnya es di puncak Gunung Jaya Wijaya. Puncak Gunung Jaya Wijaya pada 2020 lalu diketahui memiliki ketebalan es hingga 31,49 meter.

"Jika pemanasan dan kenaikan suhu terus terjadi dan tidak perubahan iklim tidak bisa dimitigasi maka pada 2025 diprediksi es sudah punah tidak ada lagi di puncak Jaya Wijaya," kata Dwikorita Karnawati.

Dikatakannya ini kondisi es di Gunung Jaya Wijaya hanya tinggal 1 persen dari puncak area Jaya Wijaya yang memiliki luas 200 kilometer persegi atau saat ini lapisan es hanya ada di sekitar 2 kilometer persegi.

Baca juga: 10 Gunung dengan Biaya Pendakian Termahal di Dunia, Nomor 4 Milik Indonesia

Selain itu, proyeksi iklim di 2030 berdasarkan basis 2006-2016, di 2030 suhu udara akan meningkat 0,5 derajat Celcius dalam kurun waktu 10 tahun dan curah hujan lebih kering 20 persen. Hal ini dijelaskan Dwikorita Karnawati disebabkan potensi bencana hidrometeorologi semakin meningkat.

Baca juga: Dampak Pemanasan Global, Es Puncak Jaya Bakal Hilang

"Yang paling mencemaskan dari analisis BMKG, terjadi kenaikan suhu hingga tahun 2100 di seluruh provinsi pulau utama di Indonesia apabila tidak dilakukan mitigasi iklim," jelas Dwikorita Karnawati.

Ia menyebutkan dibandingkan jaman pra industri pada 1850, ada peningkatan suhu udara 4 derajat Celcius saat ini. Artinya ada peningkatan empat kali lipat sudah terjadi saat ini.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement