Share

Pesawat Boeing 737 China Eastern Terbang Mendekati Kecepatan Suara Sebelum Jatuh

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 23 Maret 2022 13:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 23 18 2566432 pesawat-boeing-737-china-eastern-terbang-mendekati-kecepatan-suara-sebelum-jatuh-1THJFeK9eo.JPG Tayangan televisi yang menampilkan berita tentang jatuhnya pesawat Boeing 737-800 China Eastern Airline, 21 Maret 2022. (Foto: Reuters)

BEIJING – Pesawat Boeing 737-800 China Eastern melaju dengan kecepatan mendekati kecepatan suara, menurut tinjauan data jalur penerbangan sebelum jatuh di daerah pegunungan di Provinsi Guangxi, China, pada Senin (21/3/2022).

Pilot gagal menanggapi panggilan dari pengawas lalu lintas udara setelah pesawat menukik tajam dan menghantam tanah. Rekaman video yang beredar menunjukkan pesawat tersebut menukik hampir vertikal saat jatuh.

BACA JUGA: Pesawat Boeing 737 Jatuh di China, Penyelamat Temukan Tas, Dompet dan KTP Penumpang

Data dari Flightradar24 yang ditinjau Bloomberg menunjukkan pesawat nahas itu melesat di udara dengan kecepatan lebih dari 966 kilometer per jam sesaat sebelum insiden terjadi.

“Data awal menunjukkan itu mendekati kecepatan suara,” kata John Hansman, profesor astronotika dan aeronautika Massachusetts Institute of Technology yang meninjau perhitungan Bloomberg tentang kecepatan jet.

"Pesawat itu turun dengan curam," tambahnya.

Suara merambat dengan kecepatan 1235km/jam di permukaan laut tetapi melambat seiring dengan ketinggian saat suhu udara turun dan sekira 1067km/jam pada ketinggian 35.000 kaki (10.668 meter).

Menurut data yang ditangkap Flightradar24, penerbangan MU5735 terbang ke Guangzhou dari Kunming, dengan 132 orang di dalamnya, pada ketinggian sekira 29.000 kaki ketika mulai turun secara tiba-tiba. Pesawat itu melaju dengan kecepatan sekira 957km/jam sebelum menukik turun secara tiba-tiba.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Data kecepatan konsisten dengan video yang muncul untuk menunjukkan jet menukik pada sudut yang curam pada saat-saat sebelum tumbukan dan menunjukkan bahwa kemungkinan menghantam tanah dengan kekuatan besar.

Sejauh ini otoritas China belum mengetahui penyebab kecelakaan tersebut dan masih mencair kotak hitam pesawat. Perekam kotak hitam modern, yang menyimpan data pada chip komputer, biasanya selamat, meski pesawat mengalami kecelakaan kecepatan tinggi, namun menemukan benda itu di antara puing-puing adalah pekerjaan yang tidak mudah.

Pada Rabu (23/3/2022) pencarian korban dan kotak hitam di lokasi jatuhnya pesawat dihentikan sementara karena hujan lebat yang turun. Hingga 36 jam setelah kecelakaan, belum ada jasad korban yang ditemukan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini