Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pernyataan Biden Geser Putin Memanas, Kremlin Tegaskan Presiden Dipilih Rakyat Bukan AS

Susi Susanti , Jurnalis-Selasa, 29 Maret 2022 |11:44 WIB
Pernyataan Biden Geser Putin Memanas, Kremlin Tegaskan Presiden Dipilih Rakyat Bukan AS
Presiden AS Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin (Foto: AP/Reuters)
A
A
A

RUSIA – Pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden yang mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin tidak bisa lagi berkuasa terus menjadi ‘bola panas’. Biden dan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken telah menegaskan pernyataan itu hanya bermaksud Putin tidak bisa lagi berkuasa untuk memerangi negara lain, bukan berarti AS ingin mengubah rezim Rusia.

Putin diketahui telah menjadi pemimpin tertinggi Rusia sejak Boris Yeltsin mengundurkan diri pada 1999. Dmitry Medvedev menjabat sebagai Presiden dari 2008 hingga 2012 sementara Putin adalah perdana menteri sebelum kembali ke Kremlin.

Di bawah perubahan konstitusi yang disetujui pada 2020, Putin dapat mencalonkan diri untuk dua masa jabatan 6 tahun lagi sebagai Presiden, yang memungkinkan dia bisa tetap berkuasa hingga 2036.

Baca juga: Juru Bicara Kremlin: Pernyataan Biden tentang Putin Adalah Penghinaan Pribadi, Picu Alarm Kekhawatiran

Kremlin mengatakan Putin adalah pemimpin yang dipilih secara demokratis dan rakyat Rusia, bukan Washington, yang memutuskan siapa yang memimpin negara mereka.

Baca juga: Pernyataan Biden ke Putin Makin Panas, Tegaskan Ekspresi Moral Atas Konflik di Ukraina dan Tolak Minta Maaf

Namun pernyataan Biden yang blak-blakan seperti itu tampaknya telah melanggar norma-norma hubungan AS-Rusia dan bahkan AS-Soviet. Tidak ada pemimpin AS yang secara terbuka menyerukan kepergian kepala Kremlin selama beberapa dekade.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement