Pernyataan itu tampaknya akan semakin memicu kekhawatiran di kalangan lingkaran terdekat Putin bahwa Washington ingin dia digulingkan dan untuk memaksakan pandangannya sendiri terhadap Rusia dan dunia.
Medvedev, yang sekarang menjabat sebagai Wakil Sekretaris Dewan Keamanan Rusia, mengatakan pada 23 Maret lalu bahwa dunia dapat berputar menuju distopia nuklir jika Washington melanjutkan apa yang disebut Kremlin sebagai plot jangka panjang untuk menghancurkan Rusia.
Medvedev melukiskan gambaran suram tentang Rusia pasca-Putin, dengan mengatakan hal itu dapat menyebabkan kepemimpinan yang tidak stabil di Moskow "dengan jumlah maksimum senjata nuklir yang ditujukan untuk sasaran di Amerika Serikat dan Eropa".
Kepala Dewan Keamanan Nikolai Patrushev, yang sebelumnya merupakan kepala badan mata-mata Federal Security Service, mengatakan Washington bertekad memicu "revolusi warna" di Rusia seperti yang terjadi di Georgia, Ukraina, dan negara-negara pasca-Soviet lainnya.