Share

Gegara Saling Tatap, Marsanda Ditembak Warga Suku Anak Dalam

Azhari Sultan, Okezone · Kamis 31 Maret 2022 18:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 31 340 2571157 gegara-saling-tatap-marsanda-ditembak-warga-suku-anak-dalam-7bhaGNHis9.jpg Ilustrasi (Foto: Sindonews)

SAROLANGUN - Perempuan warga Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun, Jambi menjadi korban penembakan warga Suku Anak Dalam (SAD). Tembakan tersebut mengenai bagian bawah lengan kanan korban.

Dari informasi yang didapat, remaja yang diketahui bernama Marsanda (18) terjadi pada Selasa 28 Maret lalu, berawal ketika dia bersama sang nenek hendak mengambil buah pinang yang tak jauh dari rumahnya.

Baca Juga:  Buru Penembak KRL, Polisi Periksa Proyektil Peluru di Labfor

Saat itu, melintas sepasang warga orang rimba. Tanpa sengaja, Marsanda yang tengah memanjat pohon pinang untuk memetik buahnya melihat sepasang warga rimba tersebut.

Sepasang mata mereka pun tak terhindari untuk saling bertatapan. Entah kenapa, warga SAD yang diketahui bernama Daud langsung meletuskan senapan angin miliknya.

Akibatnya, Marsanda terjatuh dari batang pohon. Beruntung, korban hanya terluka dibagian tubuhnya. "Saya jatuh dari ketinggian 5 meter, dan terluka di bagian bawah lengan kanan," ujar Marsanda, Kamis (31/3/2022).

Dia juga mengaku sempat dilarikan ke rumah sakit umum di Sarolangun. Namun, lantaran butuh penanganan lebih intensif, korban kemudian dirujuk ke rumah sakit di Jambi.

"Iya peluru masih ada di dalam, kami disarankan untuk melakukan operasi di Jambi. Sudah di ronsen," kata Marsanda.

Baca Juga:  KRL Tanah Abang-Rangkasbitung Ditembak, Pelaku Gunakan Senapan Angin

Sementara itu, Kapolsek Limun AKP Adi Prayitno mengaku sudah membujuk salah seorang tumenggung dari SAD. "Dalam waktu kurang dari 24 jam. Saya sudah membujuk Temengung Mantap agar pelaku bisa menyerahkan diri," ujarnya.

Tidak lama kemudian, pelaku bersedia menyerahkan diri berikut barang bukti senapan angin kepada pihak kepolisian, demi keamanan bersama. "Pelaku menyesal atas perbuatannya dan memahami hukum yang berlaku. Saat ini, korban masih dalam pengobatan di Rumah Sakit Bhayangkara Jambi," kata Adi.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini