Share

Khofifah Targetkan Huntara Bisa Dihuni Korban Erupsi Semeru Sebelum Lebaran

Lukman Hakim, Koran SI · Kamis 07 April 2022 07:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 07 519 2574643 khofifah-targetkan-huntara-bisa-dihuni-korban-erupsi-semeru-sebelum-lebaran-DCr8msYGNS.jpg Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (Foto : MPI/Istimewa)

SURABAYA - Kwarda Pramuka Jawa Timur (Jatim) kembali melanjutkan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi para penyintas awan panas guguran (APG) Gunung Semeru. Melalui kegiatan Bakti Pramuka Spesial Ramadhan, kali ini Pramuka Kwarda dan Kwarcab se-Jatim membangun sebanyak 10 unit huntara bagi para korban APG Semeru setelah sebelumnya telah sukses membangun 19 unit di tahap pertama.

Secara khusus Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang juga Ketua Majelis Pembina Daerah (Kamabida) Pramuka Jatim memimpin Apel Bakti Pramuka Spesial Ramadhan di lokasi huntara dan hunian tetap (huntap) Desa Sumbermujur Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang, pada Rabu 6 April 2022.

"Ini keren menurut saya. Bakti pramuka spesial Ramadan artinya ada harapan limpahan keberkahan lebih besar diturunkan Allah SWT kepada kita semua. Saya rasa di Indonesia hanya Pramuka Kwarda Jatim yang menyelenggarakan bakti pramuka spesial Ramadhan seperti ini," puji Khofifah.

Khofifah menyebut, beberapa kwarcab di Jatim terlibat dalam pembangunan huntara ini. Diantaranya Kwarcab Sumenep, Kwarcab Kota Kediri, dan Kwarcab Nganjuk. "Ada caring and giving dari kegiatan ini yang saya rasa itu indah sekali ketika ada kepedulian yang tinggi dari seluruh tim dari gerakan Praja Muda Karana," katanya.

Orang nomor satu di Jatim itu berharap sebelum Idul Fitri para pengungsi APG Semeru dapat segera menghuni huntara dan huntap. Terlebih saat ini instalasi aliran listrik dan air sudah terpasang. Dengan begitu, tak lama lagi bisa dilakukan serah terima hunian kepada para penyintas. "Mereka (korban APG Gunung Semeru) bisa tinggal di lokaai baru yang telah dibangun secara gotong royong ini," ujarnya.

Lebih lanjut Khofifah menilai, huntara serta huntap di Lumajang ini sangat lengkap. Karena telah menghitung seluruh ekosistem ekonomi maupun ekosistem alamnya. Begitu juga dengan perencanaannya yang sangat bagus. Sehingga ia berharap bisa menjadi referensi bagi format relokasi kebencanaan di tempat lainnya.

"Kami memohon Pak Presiden nantinya berkenan untuk meresmikan huntara-huntap ini setelah seluruh instalasi selesai. Namun dalam waktu dekat ketika semua sudah siap saya rasa proses mulai memasuki rumah sudah bisa dicicil," harapnya.

Selanjutnya, untuk memperlancar proses bersih-bersih dan merapikan seluruh lingkungan sekitar dan fasilitas pendukung di huntara huntap sebelum peresmian maupun proses dihuni oleh para penyintas APG Gunung Semeru, bisa dilakukan kerja bakti dalam format cash for work.

"Saya sampaikan kepada Pak Bupati ini bisa masuk kategori cash for work atau padat karya. Sehingga mereka yang bekerja membersihkan sisa sisa pembangunan nanti juga mendapatkan upah," imbuhnya.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq menyampaikan apresiasi kepada Pramuka atas kepeduliannya kepada masyarakat Lumajang. "Saya sampaikan apresiasi dan rasa hormat kami masyarakat Kabupaten Lumajang kepada seluruh keluarga besar Pramuka memberikan perhatian dan kasih sayang-nya kepada kami masyarakat Lumajang. Mulai dari pertama terjadinya erupsi 4 Desember 2021 hingga hari ini ikut serta membangun hunian sementara," katanya.

Seperti diketahui terjadinya APG Gunung Semeru tanggal 4 Desember 2021 lalu di Kabupaten Lumajang mengakibatkan banyak infraktruktur, tempat tinggal dan tempat ibadah yang rusak. Sehingga banyak warga yang harus kehilangan tempat tinggal.

Sebagai upaya tanggap darurat, maka dibangun huntara dan huntap untuk memenuhi kebutuhan 1.951 kepala keluarga (KK) di Desa Sumbermujur Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang. Dalam upaya pembangunan tersebut, Pramuka Kwarda Jatim terlibat dalam pembangunan 50 huntara yang terbagi dalam beberapa tahap.

Sebelumnya telah dilakukan pembangunan 19 huntara pada tahap pertama oleh Pramuka yang melibatkan 190 personil terdiri dari 10 orang dari 19 Kwarcab se Jatim pada tanggal 4 - 10 Februari 2022. Pada tahap kedua ini akan dibangun 10 huntara pelaksanaannya dimulai pada 6-12 April 2022.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini