Share

Tragis, Ibu 4 Anak Dirudapaksa Tentara Rusia Lebih dari 12 Jam saat Suami Jadi Pasukan Ukraina di Garis Depan

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 08 April 2022 16:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 08 18 2575695 tragis-ibu-4-anak-dirudapaksa-tentara-rusia-lebih-dari-12-jam-saat-suami-jadi-pasukan-ukraina-di-garis-depan-3FVqHpMJRt.jpg Ilustrasi rudapaksa (Foto: Reuters)

UKRAINA - Seorang ibu empat anak asal Ukraina mengatakan dia ingin meninggal saja setelah diperkosa selama lebih dari 12 jam oleh tentara Rusia.

Elena – bukan nama sebenarnya – diserang pada 3 April lalu setelah seorang simpatisan Rusia di wilayah Kherson selatan mengatakan kepada pasukan bahwa suaminya adalah seorang tentara Ukraina di garis depan.

Menggambarkan penyerangan itu, Elena, seorang bidan, mengatakan bahwa dia berada di sebuah toko pada pukul 15.00 waktu setempat ketika tentara datang dan mulai berbicara dengan pelanggan.

Kemudian seseorang dating menunjuk ke arahnya dan berkata, 'Dia seorang banderovka!' – istilah yang mengacu pada pemimpin nasionalis Ukraina Stepan Bandera, yang bekerja sama dengan Nazi untuk memerangi Rusia.

Baca juga:  Kisah Wanita-wanita yang Mengaku Diperkosa di Kebun Alpukat

“Saya segera meninggalkan toko. Aku hanya punya waktu untuk masuk ke rumahku. Dua tentara Rusia masuk melalui pintu setelah saya,” terangnya.

"Tanpa sepatah kata pun, mereka mendorong saya ke tempat tidur. Mereka menahan saya dengan senapan dan menelanjangi saya. Mereka tidak banyak bicara. Kadang-kadang mereka memanggil saya 'banderovka' atau mereka mengatakan 'giliran Anda' satu sama lain. Kemudian, pada jam 4 pagi, mereka pergi,” lanjutnya.

Baca juga: Diperkosa Beramai-ramai di Pemakaman, Gadis 14 Tahun Bunuh Diri

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Sambil terisak, dia mengatakan kejadian itu membuat dia merasa 'sangat menjijikkan'.

“Saya tidak ingin hidup.' Dia juga bersumpah untuk menemukan orang-orang yang mengkhianatinya, memperingatkan: 'Saya akan mengarahkan jari pada orang-orang yang memilih saya. Saya akan menunjukkannya kepada suami saya,” ujarnya.

Alina Kryvoulyak, dari La Strada, sebuah kelompok hak-hak perempuan, mengatakan mungkin ada ribuan perempuan dan gadis-gadis muda yang telah diperkosa tentara Rusia.

Kryvoulyak yakin akan ada lebih banyak lagi yang akan melapor begitu serangan awal mereda.

La Strada telah menerima telepon di saluran bantuannya tentang tujuh kasus pemerkosaan.

Telepon pertama yang diterima La Strada pada 4 Maret lalu adalah 'pemerkosaan kolektif terhadap seorang ibu dan putrinya yang berusia 17 tahun oleh tiga pria' di Kherson. Kasus lainnya terjadi di wilayah Kyiv.

"Tentara Rusia telah melakukan kekerasan seksual terhadap perempuan dan laki-laki Ukraina, terhadap anak-anak dan terhadap orang tua," kata jaksa agung Ukraina Iryna Venediktova minggu ini.

Dia mengakui tantangan mengumpulkan bukti di negara yang berperang yakni inyal telepon dan jangkauan listrik tidak merata.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini