JAKARTA - KH As’ad Syamsul Arifin merupakan pahlawan nasional dari Nahdlatul Ulama (NU). Kiai As’ad merupakan pengasuh ke-2 pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah di Situbondo.
Kiai As’ad, merupakan anak pertama dari pasangan KH Syamsul Arifin dan Nyai Siti Maimunah yang berasal dari Pamekasan. Diketahui memiliki satu saudara (adik) yaitu bernama KH Abdurrahman.
Kiai As’ad lahir pada 1897 di Makkah tepatnya di kampung Syi’ib Ali, yang berdekatan dengan Masjidil Haram ketika kedua orangtuanya menunaikan ibadah haji dan bermukim di sana untuk memperdalam ilmu keislaman, dikutip dari NUOnline, Rabu (13/4/2022).
Dengan demikian ada darah bangsawan pada diri Kiai As’ad yang berasal dari kedua orangtuanya. Sang ayah yaitu Raden Ibrahim (KH Syamsul Arifin) merupakan keturunan dari Sunan Kudus I, dan sang ibu Nyai Siti Maimunah yang masih mempunyai keturunan dari Sunan Ampel.
Ketika berusia 6 tahun, As’ad kecil diantarkan ke Pamekasan untuk tinggal di Pondok Pesantren Kembang Kuning.
Baca juga: KH Noer Alie, Si Belut Putih Pahlawan Kebanggaan Warga Bekasi
Sedangkan adiknya, Abdurrahman yang saat itu masih berusia 4 tahun dititipkan kepada Nyai Salhah yang merupakan sepupu Nyai Siti Maimunah yang tinggal di Makkah.
Setelah 5 tahun tinggal di Pamekasan, As’ad kecil diajak sang ayah untuk pindah ke pulau Jawa yang pada saat itu masih berupa hutan belantara tepatnya di daerah Sukorejo, Banyuputih, Situbondo untuk menyebarkan agama Islam.
Baca juga: KH Noer Alie, Si Belut Putih Pahlawan Kebanggaan Warga Bekasi
Di sana, sang ayah membangun sebuah pondok pesantren sebagai tempat untuk berdakwah. Pemilihan tempat tersebut bukan tanpa alasan melainkan atas saran dua ulama dari Semarang yaitu Habib Hasan Musawa dan Kiai Asadullah.