Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kiprah Kiai As'ad Lawan Penjajah hingga Jubir Partai NU

Tim Okezone , Jurnalis-Rabu, 13 April 2022 |07:00 WIB
Kiprah Kiai As'ad Lawan Penjajah hingga Jubir Partai NU
Kiai As'ad (Antara)
A
A
A

Ketika nyantri di pesantren Syaikhana Chalil, termasuk santri andalan. Suatu hari pada tahun 1924 M, saat Syaikhana Chalil memanggil untuk ditugasi mengantarkan sebuah tongkat dengan pesan QS. Thaha ayat 18 hingga 21 kepada KH M Hasyim Asy’ari di Tebuireng. Selang beberapa bulan di akhir tahun 1924 kembali memanggilnya untuk mengantar tasbih dan berdzikir ‘Yaa Jabbar Yaa Qahhar’.

Ketika Syaikhona Chalil memberikan tasbih itu, Kiai As’ad meminta agar dikalungkan di lehernya. Dirinya menjaga dengan sangat baik amanah dari sang guru dan memberikan tasbih itu kepada KH M Hasyim Asyari sebagai tanda memberi restu akan berdirinya Nahdlatul Ulama. Bisa dikatakan bahwa KH As’ad Syamsul Arifin adalah penyampai pesan cikal bakal berdirinya Nahdlatul Ulama.

Baca juga: Kisah Kiai Subchi Ulama Pejuang Memberikan Kekuatan pada Bambu Runcing

Sepeninggalan sang ayah, KH Raden Syamsul Arifin pada tahun 1951, kepengasuhan Pesantren Salafiyah Syafi’iyah diberikan kepada Kiai As’ad. Di bawah asuhannya pesantren mengalami perkembangan cukup pesat, sehingga pada tahun 1968 berdirilah sebuah Universitas Syafi’iyah dengan fakultas tarbiyah dan fakultas dakwah.

Baca juga: Pangeran Diponegoro Menolak Bicara Perang Kepada Belanda Selama Puasa Ramadhan

Tidak berhenti sampai di situ, Kiai As’ad mendirikan Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) pada tahun 1980. Kemudian kemajuan yang lainnya juga ditunjukkan pada 1985 dengan berdirinya sebuah Sekolah Dasar (SD). Selang satu tahun kembali mendirikan sekolah di bidang perekonomian dengan berdirinya Sekolah Menengah Ekonomi Tingkat Atas (SMEA) pada tahun 1986. Dan di tahun 1990 berdiri berbagai lembaga salah satunya, lembaga kaderisasi fuqaha atau yang lebih dikenal dengan nama Ma’had Aliy yang merupakan lembaga dalam rangka mengantisipasi krisis ulama.

Perjuangan Melawan Penjajah

Tak hanya sebagai ulama yang menyebarkan ilmu agama dan memimpin pesantren, Kiai As’ad juga turun gunung bergerilya berjuang mengusir penjajah Jepang dari Jember. Di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum, Sumberwringin, Sukowono yang menjadi markas utamanya, Kiai As’ad menyusun strategi dan melancarkan serangan untuk melumpuhkan penjajah.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement