Share

Perang Rusia-Ukraina, WHO: Dunia Tidak Berikan Perhatian yang Sama Terhadap Orang Kulit Hitam dan Putih

Susi Susanti, Okezone · Kamis 14 April 2022 11:49 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 14 18 2578924 perang-rusia-ukraina-who-dunia-tidak-berikan-perhatian-yang-sama-terhadap-orang-kulit-hitam-dan-putih-nVsFP9LfZN.jpg Dirjen WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus (Foto: EPA)

JENEWA - Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan dunia tidak memberikan perhatian yang sama pada keadaan darurat yang mempengaruhi orang kulit hitam dan kulit putih.

Dia mengatakan hanya sebagian kecil dari bantuan yang diberikan ke Ukraina diberikan kepada krisis kemanusiaan lainnya.

“Membantu Ukraina sangat penting karena berdampak pada seluruh dunia,” terangnya.

Kendati demikian, dia melihat provinsi Tigray di Ethiopia, Yaman, Afghanistan atau Suriah tidak menerima perhatian yang sama.

"Saya tidak tahu apakah dunia benar-benar memberikan perhatian yang sama pada kehidupan hitam dan putih," ujarnya dalam konferensi pers.

Baca juga: WHO: Negara Miskin Akan Diberi Lisensi Teknologi Tes Antibodi Covid-19 Gratis

"Saya harus terus terang dan jujur bahwa dunia tidak memperlakukan umat manusia dengan cara yang sama. Beberapa lebih setara daripada yang lain. Dan ketika saya mengatakan ini, itu menyakitkan saya. Karena saya melihatnya. Sangat sulit untuk diterima tetapi itu terjadi,” lanjutnya.

Baca juga: WHO: Ada Skandal dalam Kesenjangan Vaksin Covid-19 Global

Diketahui, Rusia telah menginvasi Ukraina sejak 24 Februari lalu. Penuntut kejahatan perang yang mengunjungi lokasi pembunuhan warga sipil di kota Bucha menyebut Ukraina sebagai TKP, sementara Presiden AS Joe Biden menuduh pasukan Rusia melakukan tindakan genosida di negara itu.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Tedros, yang berasal dari Tigray, mengatakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menetapkan bahwa 100 truk per hari bantuan kemanusiaan yang menyelamatkan jiwa dibutuhkan untuk wilayah Ethiopia.

Diketahui, perang pecah di Tigray antara TPLF - sebuah kelompok yang mendominasi politik Ethiopia selama hampir tiga dekade - dan pemerintah pada November 2020 setelah berbulan-bulan ketegangan yang membara.

Pertempuran itu telah menyebabkan ribuan orang tewas - termasuk warga sipil - sementara jutaan orang sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan, dengan pemerintah federal dituduh menghambat upaya bantuan.

Semua pihak yang bertikai diduga melakukan pembunuhan di luar proses hukum dan menggunakan kekerasan seksual. PBB menyebut Yaman sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Di Afghanistan, PBB mengatakan 24 juta orang membutuhkan bantuan kemanusiaan untuk bertahan hidup.

Suriah telah berada dalam perang saudara selama 11 tahun. Sekitar setengah juta orang telah tewas dan jutaan orang kehilangan tempat tinggal dalam konflik tersebut.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini