Share

Eksekutor Pegawai Dishub Suruhan Kasatpol PP Makassar Ternyata Sahabat Korban

Ansar Jumasang, Koran SI · Senin 18 April 2022 08:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 18 609 2580598 eksekutor-pegawai-dishub-suruhan-kasatpol-pp-makassar-ternyata-sahabat-korban-j2QHUCiH6m.jpg Foto: MNC Portal

MAKASSAR – Polrestabes Makassar membongkar kematian Najamuddin Sewang (40), pegawai Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar, Sulawesi Selatan yang ditembak di Jl Danau Tanjung Bunga, Minggu, 3 April 2022.

(Baca juga: Sosok Rachma, Pejabat Cantik yang Buat Kasatpol PP Makassar Nekat Bunuh Pegawai Dishub)

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Muhammad Iqbal Asnan menjadi dalang penembakan tersebut. Berdasakan hasil penyelidikan, motif pelaku adalah cinta segitiga.

Berdasarkan hasil otopsi, ditemukan proyektil peluru didapat di bawah ketiaknya. Pemeriksaan di Labfor, proyektil peluru tersebut pabrikan dan ditembakkan dari senjata api pabrikan juga.

Polisi juga telah menetapkan empat orang tersangka terkait kasus penembakan maut yang menewaskan petugas Dishub Makassar tersebut.

Dari 20 orang saksi yang kami periksa, akhirnya kami menetapkan empat orang tersangka yakni S, MIA, AKM dan A," ujar Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Budhi Haryanto.

Menurutnya, peran pelaku adalah eksekutor, penggambar atau perencana dan otak pelaku, kasus maut ini bermotif cinta segitiga.

Sebelum ditetapkannya keempat tersangka tersebut, polisi terlebih dahulu menangkap dan menetapkan S sebagai tersangka. S diketahui merupakan rekan korban di Dishub Makassar.

Sahabuddin diketahui bekerja di Kantor Dishub Makassar, sebagai staf bidang Pengembangan Keselamatan dan Penindakan (PKP). Dia masih tenaga honorer.

Pria yang disapa Abud ini ditangkap petugas kepolisian di kediamannya, Jalan Gontang, Kelurahan Tanjung Merdeka, Tamalate, Senin, 11 April, dini hari. Tak ada perlawanan yang dilakukan. Dia pasrah dibawa petugas ke Mapolrestabes Makassar.

Selain membawa Abud ke kantor polisi, petugas juga sempat melakukan penggeledahan. Termasuk mengamankan satu unit sepeda motor milik terduga pelaku penembakan. Namun, motor yang diamankan, bukan motor yang digunakan terduga pelaku yang terekam CCTV.

Sementara orangtua Abud yang disodorkan surat perintah penangkapan masih tak percaya anaknya adalah pelaku penembakan Najamuddin Sewang. Namun, dia tetap menandatangani surat yang disodorkan oleh petugas, sebagai bukti pihak keluarga mengetahui hal itu.

Sahabuddin dianggap terlibat dalam tindak pidana pembunuhan berencana, sesuai pasal 340 subs pasal 338 KUHPidana Jo pasal (2) UU Darurat No 12 Tahun 1951.

Selain meminta keterangan Abud, orang tua Abud juga datang di Mapolrestabes Makassar untuk memberikan keterangan. Hanya saja, Ibu Abud, Hawiah masih membantah jika anaknya yang menembak Najamuddin Sewang hingga meninggal dunia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini