Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Penjelasan Istana soal Pedagang di Pasar Bogor Curhat Pamannya Ditangkap karena Tolak Pungli

Raka Dwi Novianto , Jurnalis-Jum'at, 22 April 2022 |13:42 WIB
Penjelasan Istana soal Pedagang di Pasar Bogor Curhat Pamannya Ditangkap karena Tolak Pungli
Presiden Jokowi bagikan sembako dan bantuan tunai kepada masyarakat di Pasar Ciawi, Bogor. (MNC Portal/Putra Ramadhani)
A
A
A

JAKARTA - Pihak Istana Kepresidenan membenarkan seorang warga di Pasar Bogor menangis histeris mengadukan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Warga mengaku pamannya ditangkap karena menolak adanya pungutan liar (pungli).

"Betul, kemarin ada warga masyarakat yang mengadu kepada Presiden di Pasar Bogor, Kota Bogor saat Presiden menyerahkan Bansos di pasar tersebut," ujar

Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin kepada wartawan, Jumat (22/4/2022).

Bey mengungkapkan, Jokowi langsung memerintahkan Sekretaris Kabinet mencatat dan menyampaikannya langsung kepada Kapolda Jawa Barat.

"Kemarin, Presiden langsung meminta Sekretaris Kabinet yang memang tengah mendampingi untuk mencatat hal yang disampaikan warga dan juga meminta Kapolda Jawa Barat untuk mencari kejelasan dari kasus tersebut. Kemarin juga pihak kepolisian sudah menjelaskan kepada media hal yang diadukan warga tersebut," ucapnya.

Bey menjelaskan, Presiden Jokowi telah terbiasa mendengarkan keluh kesah saat bertemu masyarakat, baik di pasar, kampung nelayan, atau saat kunjungan kerja ke daerah.

"Presiden selalu berusaha merespons dengan cepat hal yang disampaikan masyarakat kepada dirinya," kata Bey.

Ia mencontohkan saat Presiden Jokowi meninjau lahan jeruk di Sumatera Utara. Jokowi langsung menelepon Menteri Pertanian karena masalah yang disampaikan berkaitan dengan pertanian.

Contoh lainnya saat berkunjung ke kampung nelayan, Presiden menelepon Menteri Agraria dan Tata Ruang karena terkait status lahan.

"Jadi, sebetulnya Presiden turun langsung bertemu masyarakat, seperti ke pasar, kampung nelayan, maupun di sela-sela saat kunjungan kerja, bukan hanya sekedar menyapa atau membagikan bantuan sosial, tapi justru yang lebih penting bagi Presiden adalah mendengarkan masukan langsung dari masyarakat," katanya.

Bey juga mengatakan, masukan dari masyarakat biasanya berupa masalah yang dihadapi, usulan, atau juga kendala yang dihadapi sehari-hari.

"Sehingga saat memimpin rapat dengan para menteri, Presiden paham betul kondisi di lapangan sehingga bisa memerintahkan menteri untuk menyusun program yang memang sesuai dengan kebutuhan masyarakat," tuturnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement