Share

Sepakati Pakta Keamanan, Polisi China Akan Bisa Beroperasi di Kepulauan Solomon

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 03 Mei 2022 19:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 03 18 2588918 sepakati-pakta-keamanan-polisi-china-akan-bisa-beroperasi-di-kepulauan-solomon-a1sHxXhUTR.jpg Foto: Reuters.

SYDNEY – Polisi China akan beroperasi di Kepulauan Solomon sebagai bagian dari pakta keamanan baru yang disepakati kedua negara baru-baru ini, demikian disampaikan seorang pejabat negara Pasifik itu pada Senin (3/5/2022). Berbicara dalam sebuah wawancara radio, diplomat itu mengatakan bahwa kehadiran polisi China akan meningkatkan kapabilitas dari Kepulauan Solomon.

BACA JUGA: China Tandatangani Pakta Keamanan dengan Kepulauan Solomon

Sekutu Barat Kepulauan Solomon, yang sebelumnya sudah waspada bahwa pakta pertahanan itu akan memberi militer China pijakan strategis di Pasifik, kini khawatir polisi Tiongkok mungkin menggunaka teknik “kejam” yang sama dengan yang digunakan untuk menghadapi protes anti-pemeritah di Hong Kong. 

Komisaris Tinggi Kepulauan Solomon untuk Australia Robert Sisilo mengatakan kepada Radio ABC bahwa Kepulauan Solomon “meningkatkan kemampuannya” setelah polisi setempat tidak dapat menahan kerusuhan anti-pemerintah di bagian Chinatown di ibu kota Honiara pada November.

Di bawah pakta tersebut, polisi militer China dapat dipanggil tetapi akan beroperasi di bawah komando Angkatan Kepolisian Kepulauan Solomon seperti polisi Australia yang telah ditempatkan di sana, katanya.

"Kami akan mencoba dan melakukan yang terbaik dalam berurusan dengan mereka untuk memastikan bahwa apa yang terjadi di negara lain di mana, seperti Hong Kong, tidak terjadi di negara kami," katanya sebagaimana dilansir Reuters.

Sementara rincian pakta keamanan belum diungkapkan, Perdana Menteri Kepulauan Solomon Manesseh Sogavare telah mengesampingkan pembangunan pangkalan militer China di negaranya. Dia mengatakan pakta keamanan itu mencakup kepolisian karena kesepakatan dengan mitra tradisional Australia "tidak memadai".

"Kami tidak berusaha untuk menjauh dari Australia tetapi mencari lebih banyak kerja sama dengan China," kata Sisilo.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Pengangguran merupakan faktor dalam kerusuhan November, katanya. Canberra dapat "lebih memajukan hubungan kita" dengan memberikan lebih banyak visa kerja dan izin tinggal permanen.

Australia telah memberikan 3.000 visa kepada warga Kepulauan Solomon di bawah skema tenaga kerja yang memungkinkan penduduk pulau Pasifik untuk bekerja di daerah pedesaan.

"Kalau saja skema ini dapat diperluas ke seluruh kota metropolitan Australia... di mana permintaan akan tukang ledeng, tukang batu, pengasuh, pembantu rumah tangga... sangat besar," katanya.

Kepulauan Solomon memiliki populasi sekira 700.000 dan bergantung pada bantuan asing dari Australia, dan semakin banyak China, untuk meningkatkan ekonominya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini