Share

China Tandatangani Pakta Keamanan dengan Kepulauan Solomon

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 20 April 2022 12:19 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 20 18 2582070 china-tandatangani-pakta-keamanan-dengan-kepulauan-solomon-4WfBZvssJU.jpg Perdana Menteri Kepulauan Solomon Manasseh Sogavare dan Perdana Menteri China Li Keqiang (berdiri) bersama dengan Menteri Luar Negeri Kepulauan Solomon Jeremiah Manasseh dan Menteri Luar Negeri China Wang Yi dalam sebuah acara penandatanganan di Beijing,

HONIARA - China telah menandatangani pakta keamanan dengan Kepulauan Solomon meski ada keprihatinan dari Amerika Serikat (AS), dan sejumlah negara di kawasan tersebut, terutama Australia dan Selandia Baru, tentang meningkatnya pengaruh Beijing di Pasifik Selatan.

"Dengan persetujuan pemerintah China dan Kepulauan Solomon, Penasihat Negara dan Menteri Luar Negeri Wang Yi dan Menteri Luar Negeri Kepulauan Solomon baru-baru ini menandatangani perjanjian kerangka kerja tentang kerja sama keamanan," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin kepada wartawan dalam pengarahan pers di Beijing.

Pihak China tidak memberikan rincian di mana atau kapan penandatanganan itu terjadi, demikian diwartakan Sputnik.

Menggambarkan pakta itu sebagai "transparan, terbuka dan inklusif," juru bicara China mengatakan itu tidak menargetkan negara ketiga mana pun.

Ia juga menekankan bahwa kesepakatan tersebut tidak bertentangan dengan kerja sama antara Kepulauan Solomon dengan negara lain, dan dapat melengkapi mekanisme kerja sama yang ada di kawasan.

Kepulauan Solomon juga memiliki pakta keamanan dengan dua negara tetangganya, Australia dan Selandia Baru, yang memberikan dukungan aset militer dan bantuan lain sesuai kebutuhan Honiara.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Namun, Perdana Menteri Manasseh Sogavare membenarkan pakta keamanan dengan China di parlemen pada Maret, menunjukkan bahwa dua penjamin keamanan negara itu, Selandia Baru dan Australia, tidak melakukan apa pun untuk melindungi infrastruktur yang dibangun oleh China atau orang-orang China dari kerusuhan tiga hari November lalu.

Pada November 2021, protes yang berpusat di Provinsi Malaita menuntut pengunduran diri Sogavare atas langkahnya pada 2019 untuk mengalihkan hubungan diplomatik dari Taiwan ke China.

Penandatanganan perjanjian itu dilakukan segera setelah Gedung Putih mengumumkan bahwa delegasi tingkat tinggi AS akan tiba di Kepulauan Solomon minggu ini. AS dan sekutunya khawatir bahwa pakta tersebut akan memungkinkan China untuk menempatkan aset militernya di Kepulauan Solomon, kekhawatiran yang ditolak Sogavare pada Maret.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini