WASHINGTON - Menurut Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) lebih dari 200 pelaut telah pindah dari kapal induk USS George Washington setelah beberapa kematian karena bunuh diri di antara awak, termasuk tiga dalam waktu kurang dari satu minggu pada April lalu.
Para pelaut pindah ke instalasi Angkatan Laut setempat karena kapal induk bertenaga nuklir terus menjalani proses pengisian bahan bakar dan perbaikan selama bertahun-tahun di galangan kapal di Newport News di Virginia. Selama 12 bulan terakhir, tujuh anggota awak tewas, termasuk empat karena bunuh diri. Kondisi ini membuat ngkatan Laut untuk membuka penyelidikan terhadap iklim komando dan budaya di atas kapal induk kelas Nimitz.
Menurut pernyataan dari Angkatan Udara Atlantik Atlantik, komandan kapal induk, Kapten Brent Gaut, membuat keputusan untuk mengizinkan pelaut yang tinggal di kapal untuk pindah ke akomodasi lain.
Pada hari pertama pemindahan, yang dimulai Senin (2/5), lebih dari 200 pelaut meninggalkan kapal induk dan pindah ke fasilitas Angkatan Laut terdekat.
Baca juga: Kapal Induk AS Bergerak ke Teluk Persia Setelah Ilmuwan Nuklir Iran Dibunuh, Ada Apa?
"Rencana pemindahan akan berlanjut sampai semua Pelaut yang ingin pindah dari kapal telah melakukannya," kata pernyataan itu. Meskipun kapal induk tidak memiliki armada lengkap sekitar 5.000 pelaut, kapal tersebut masih memiliki sekitar 2.700 pelaut yang bekerja di atas kapal selama proses perombakan. Sekitar 420 pelaut tinggal di kapal selama perbaikan.
Baca juga: AS Kirimkan Kapal Induk ke Semenanjung Korea di Tengah Ketegangan dengan Korut