Share

Finlandia Bergabung ke NATO, Rusia Ancam Akan Balas Dendam

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 13 Mei 2022 05:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 13 18 2593373 finlandia-bergabung-ke-nato-rusia-ancam-akan-balas-dendam-hNcyUNJUqT.jpg Finlandia akan bergabung dengan NATO (Foto: Reuters)

RUSIA - Rusia mengatakan akan dipaksa untuk mengambil "langkah pembalasan" atas langkah tetangganya Finlandia untuk bergabung dengan NATO.

Sebuah pernyataan kementerian luar negeri mengatakan langkah itu akan sangat merusak hubungan bilateral, serta keamanan dan stabilitas di Eropa utara.

Pernyataan Rusia (dalam bahasa Rusia) menggambarkan langkah Finlandia itu sebagai "perubahan radikal dalam kebijakan luar negeri negara itu".

"Aksesi Finlandia ke NATO akan menyebabkan kerusakan serius pada hubungan bilateral Rusia-Finlandia dan pemeliharaan stabilitas dan keamanan di kawasan Eropa Utara," katanya.

Baca juga:  Swedia dan Finlandia Akan Segera Bergabung dengan NATO

"Rusia akan dipaksa untuk mengambil langkah-langkah pembalasan, baik yang bersifat teknis-militer dan lainnya, untuk menetralisir ancaman terhadap keamanan nasionalnya yang muncul dari ini."

Baca juga: Rusia Ancam Kerahkan Nuklir Jika Swedia dan Finlandia Bergabung dengan NATO

Namun, Moskow belum merinci langkah apa yang akan diambilnya.

"Semuanya akan tergantung pada bagaimana proses ekspansi ini berlangsung, sejauh mana infrastruktur militer bergerak lebih dekat ke perbatasan kita," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov sebelumnya kepada wartawan.

Pejabat Rusia ini menanggapi pernyataan bersama oleh Presiden Finlandia Sauli Niinisto dan Perdana Menteri Sanna Marin, yang mengatakan kedua pemimpin mengharapkan keputusan tentang keanggotaan NATO dalam beberapa hari ke depan.

"Keanggotaan NATO akan memperkuat keamanan Finlandia," bunyi pernyataan bersama.

"Sebagai anggota NATO, Finlandia akan memperkuat seluruh aliansi pertahanan. Finlandia harus mengajukan keanggotaan NATO tanpa penundaan,” lanjutnya.

Berbicara kepada wartawan kemudian, Niinisto menanggapi kekhawatiran Rusia dan menyalahkan langkah itu pada invasi Moskow.

"Bergabung dengan NATO tidak akan melawan siapa pun. Anda yang menyebabkan ini. Lihat ke cermin," katanya.

Sebelumnya, Presiden dan PM Finlandia meminta negara itu untuk mengajukan keanggotaan NATO "tanpa penundaan".

Hal itu terjadi di tengah lonjakan dukungan publik untuk keanggotaan NATO setelah invasi Rusia ke Ukraina.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan dia mengharapkan proses pemberian keanggotaan Swedia dan Finlandia terjadi "cukup cepat".

Sebuah jajak pendapat minggu lalu menempatkan dukungan di Finlandia untuk bergabung dengan NATO di 76%, dengan 12% menentang, ayunan besar menuju keanggotaan sejak sebelum invasi.

Finlandia dan Uni Soviet berada di pihak yang berlawanan dalam Perang Dunia Kedua, dengan Finlandia yang terkenal menangkis invasi Soviet pada tahun 1939-40.

Tetapi Finlandia kehilangan 10% wilayahnya dalam perjanjian perdamaian terakhir dan tetap tidak berpihak selama Perang Dingin.

Aksesi ke NATO akan lebih dari dua kali lipat panjang perbatasan Rusia dengan aliansi. Swedia tidak memiliki perbatasan dengan Rusia.

Diketahui Finlandia berbagi perbatasan 1.300 km (810 mil) dengan Rusia. Sampai sekarang, ia tetap berada di luar NATO untuk menghindari permusuhan dengan tetangga timurnya.

Finlandia akan secara resmi mengumumkan keputusannya pada hari Minggu setelah dipertimbangkan oleh parlemen dan tokoh politik senior lainnya.

Swedia mengatakan akan mengumumkan keputusan serupa pada hari yang sama.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini