Share

Turki Sebut Swedia dan Finlandia 'Sarang Teroris', Tolak Permohonan Gabung NATO

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 17 Mei 2022 05:48 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 17 18 2595155 turki-sebut-swedia-dan-finlandia-sarang-teroris-tolak-permohonan-gabung-nato-1GeNgThRic.JPG Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Foto: Reuters)

ISTANBUL Turki pada Senin (16/5/2022) menyatakan tidak akan menyetujui permohonan Swedia dan Finlandia untuk bergabung dengan NATO. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bahkan mengatakan bahwa delegasi Swedia dan Finlandia tidak perlu repot-repot datang ke Ankara untuk meyakinkannya Turki untuk menyetujui permohonan mereka bergabung dengan NATO.

BACA JUGA: Setelah Finlandia, Swedia Juga Akan Bergabung dengan NATO 

Pada Senin Pemerintah Swedia telah secara resmi memutuskan untuk mengajukan keanggotaan NATO, sehari setelah Presiden Finlandia Sauli Niinisto mengonfirmasi bahwa Helsinki juga akan mengajukan keanggotaan.

Namun, permohonan keanggotaan mereka mendapat respon negatif dari Turki, yang pekan lalu menyatakan penolakannya. Ankara menyebut Swedia dan Finlandia sebagai “tempat penetasan” untuk organisasi teroris.

"Tak satu pun dari negara-negara ini memiliki sikap yang jelas dan terbuka terhadap organisasi teroris," kata Erdogan sebagaimana dilansir Reuters. "Bagaimana kita bisa mempercayai mereka?"

Kantor luar negeri Swedia mengatakan sebelumnya pada Senin bahwa perwakilan senior Swedia dan Finlandia berencana untuk melakukan perjalanan ke Turki untuk pembicaraan guna mengatasi keberatan Ankara. 

"Mereka datang ke Turki pada Senin. Apakah mereka datang untuk meyakinkan kami? Maaf, tetapi mereka tidak perlu melelahkan diri mereka sendiri," kata Erdogan tentang rencana kunjungan itu.

Erdogan mengatakan NATO akan menjadi "tempat di mana perwakilan organisasi teroris terkonsentrasi" jika kedua negara bergabung.

Ankara mengatakan Swedia dan Finlandia menampung orang-orang yang dikatakan terkait dengan kelompok yang dianggap teroris, yaitu kelompok militan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) dan pengikut Fethullah Gulen, yang dituduh Ankara mengatur upaya kudeta 2016.

Penyiar negara Turki TRT Haber mengatakan pada Senin bahwa Swedia dan Finlandia belum memberikan persetujuan untuk pemulangan 33 orang yang diminta Turki.

Erdogan juga mengatakan Turki akan menentang tawaran NATO dari mereka yang menjatuhkan sanksi padanya. Swedia dan Finlandia telah memberlakukan embargo ekspor senjata ke Turki setelah serangannya ke Suriah pada 2019.

NATO dan Amerika Serikat (AS) mengatakan mereka yakin Turki tidak akan menahan keanggotaan Finlandia dan Swedia. Para diplomat mengatakan Erdogan akan berada di bawah tekanan untuk menyerah karena Finlandia dan Swedia akan sangat memperkuat NATO di Laut Baltik.

Juru bicara Erdogan mengatakan pada Sabtu (14/5/2022) bahwa Turki belum menutup pintu bagi Swedia dan Finlandia untuk bergabung dengan NATO tetapi menginginkan negosiasi dan tindakan keras terhadap apa yang dilihatnya sebagai kegiatan teroris.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini