Sejak dilantik menjadi Ketua Umum, PBNU telah menyusun program di antaranya program peremajaan sawit rakyat sebanyak 80 ribu ha di seluruh Indonesia, pengembangan kampung nelayan di 80 titik, program 10 wira santri, bimbingan pernikahan, dan pelatihan-pelatihan kader.
Menurut Gus Yahya, konferensi Besar PBNU ini digelar untuk merespons perkembangan-perkembangan yang terjadi. Salah satunya menyangkut pekerjaan-pekerjaan besar yang harus dilakukan NU. Untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan besar itu diperlukan sistem kaderisasi yang mumpuni.
"Sistem kaderisasi ini akan menjadi salah satu tema yang akan kami bahas dalam Konbes PBNU kali ini," kata dia.
Literasi Digital Santri
Pada Konferensi Besar PBNU yang berlangsung 20-22 Mei 2022 itu juga ditanda tangani nota kesepahaman antara PBNU dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Nota kesepahaman itu sangat strategis bagi NU, terutama dalam bidang tata kelola teknologi informasi.
Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate berharap kesepakatan kali menjadi tonggak sinergi bersama untuk pengembangan ekosistem digital di Indonesia yang lebih produktif, aman, dan bertanggung jawab.
Kata Johnny, perkembangan dunia digital saat ini sangat banyak berpengaruh terhadap segala sisi kehidupan manusia, termasuk kehidupan beragama. Perubahan yang massif ini, kata Johnny, menuntut kita memiliki perspektif baru yang inovatif dan produktif.
Menyambut perubahan ini pemerintah telah melakukan akselerasi digital di Indonesia melalui berbagai paket kebijakan.
Setelah MoU ini, menurut Johnny, ada langkah konkrit yang akan dilakukan. Pemerintah akan menyediakan akses internet ke pondok-pondok pesantren di bawah naungan NU.
"Karena membangun NU, membangun Indonesia. NU maju, Indonesia maju," kata Johnny.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.