Perannya terus dibutuhkan tentara revolusi yang kemudian sudah berubah nama menjadi TNI, untuk membangun satuan militer di Makassar pada periode 1946-1947.
Sayang, upayanya membentuk satuan-satuan gerilya dengan membina kader-kader muda, gagal akibat terjadinya kekacauan atas ulah aksi polisionil Kapten Raymond Westerling pimpinan Korps Speciale Troepen, pasukan elite Belanda.
Sebagaimana yang pernah dialami Andi Azis, prestasi gemilang Kahar harus tercoreng gerakan pemberontakan, hingga akhirnya tewas pada 1965 ketika disergap pasukan Siliwangi di tepi Sungai Lasolo.
Baca juga: Bung Karno, John F Kennedy dan Gadis Penari Telanjang
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.