Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Misteri Kelahiran Bung Karno Terkuak, Tercatat dalam Buku Induk Mahasiswa ITB

Aan haryono , Jurnalis-Kamis, 09 Juni 2022 |18:36 WIB
Misteri Kelahiran Bung Karno Terkuak, Tercatat dalam Buku Induk Mahasiswa ITB
Foto: Repro
A
A
A

SURABAYA - Kota Surabaya memiliki hubungan yang sangat erat dengan Presiden pertama Republik Indonesia (RI) Soekarno. Pasalnya, kota pahlawan tersebut merupakan kota kelahiran Sang Proklamator pada 6 Juni 1901, tempat pertama mengenyam pendidikan dan mengenal Islam.

(Baca juga: Guncang Ribuan Massa di Kota Singa, Pekik Merdeka Bung Karno Bikin Singapura Meradang)

Ada berbagai bukti baru yang mencatatkan Surabaya sebagai kota kelahiran Proklamator RI. Bukti baru semakin menegaskan kalau kawasan Pandean menjadi tempat kelahiran Bung Karno.

Sejarawan Bonnie Triyana, mengatakan, terdapat bukti dan keterangan yang menyatakan bahwa Putra Sang Fajar itu bukan lahir di Kota Blitar pada tahun 1902, Melainkan lahir di Kota Surabaya pada tahun 1901.

Ia mengatakan, seorang arsitek dan pemerhati sejarah Bambang Eryudhawan memberikan bukti otentik bahwa Kota Surabaya merupakan tempat kelahiran Sang Proklamator. Bambang saat itu menunjukkan buku induk Technische Hogeschool (TH, cikal bakal ITB Bandung). Disana tertera data diri Soekarno saat sedang berkuliah di sana.

“Ia menunjukkan buku induk mahasiswa TH yang dibuat sejak tempat itu berdiri pada 1920 hingga Jepang belum menduduki Indonesia. Soekarno menempati nomor urut 55 dan masuk ke TH Bandung pada 1921, yang artinya satu tahun setelah TH berdiri,” kata Bonnie Triyana, Kamis (9/6/2022).

Dalam buku induk tersebut, tertera nama Raden Soekarno lahir pada 6 Juni 1902, bukan pada tahun 1901 sebagaimana sejarah yang diketahui khalayak umum. Namun, Bonnie menjelaskan, bahwa hal seperti itu lumrah dilakukan, mengingat kebiasaan zaman dulu, jika anak mau masuk sekolah maka usianya sengaja dibuat muda atau bahkan dibuat tua.

“Mungkin sengaja dibuat muda, serta kemungkinan besar data itu menggunakan data saat Soekarno bersekolah di HBS (Hoogere Burgerschool), yakni sekolah bumi putera yang didirikan pada zaman penjajahan Belanda,” ujarnya.

Tak hanya itu saja, pada buku induk mahasiswa Soekarno juga tertera nama ayahnya, Raden Sosrodihardjo yang berprofesi sebagai seorang guru (onderwijzer) di Blitar dan tertera nama ibunya, Ida Nyomanaka. Soekarno sendiri tercatat sebagai mahasiswa teknik sipil jurusan pengairan (waterbouwkunde).

“Penulisan nama ibu Soekarno ada sedikit perbedaan, sebagaimana yang kita ketahui adalah Ayu Nyoman Rai. Tetapi di buku induk tersebut tertulis Ida Nyomanaka,” kata dia.

Buku tersebut tidak hanya mencatat data diri saja, melainkan semua nama mahasiswa yang lulus maupun yang tidak lulus dari TH. Bahkan, pekerjaan mereka juga tercatat dalam buku induk tersebut.

“Jadi tidak hanya Soekarno, tapi seluruh mahasiswa yang pernah mengenyam pendidikan di sana tercatat lengkap oleh universitas teknik pertama di Indonesia itu,” jelasnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement