Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Misteri "Ahmad" di Depan Nama Bung Karno

Solichan Arif , Jurnalis-Jum'at, 17 Juni 2022 |06:42 WIB
Kisah Misteri
Presiden pertama RI, Soekarno (foto: IG @endo_dc)
A
A
A

Sebuah jalan menuju pusat kota dan pusat kebudayaan di Tahrir Square, Mesir bernama Ahmed Soekarno ST. Di Maroko, salah satu jalan di wilayah ibukotanya, Rabat bernama Sharia Al-Rais Ahmed Soekarno. Jalan itu kemudian diubah menjadi Rue Soekarno.

Munculnya nama Ahmad di depan nama Soekarno bahkan sampai menarik perhatian Steven Drakeley, seorang dosen senior Asian and International Studies School of Humanities and Languages di University of Western Sydney. Steven dalam Confrence of the Asian Studies Association of Australia di Wollongong 26-29 Juni 2006 mempresentasikan makalah berjudul In Search of Achmad Soekarno.

Analisa historisnya menghasilkan dua spekulasi. Pertama, nama Ahmad merupakan hasil tambahan wartawan barat karena memiliki budaya penamaan yang membubuhkan nama pertama dan nama keluarga. Spekulasi itu juga disampaikan Williard A. Hanna, seorang doktor lulusan Universitas Michigan sekaligus ahli Asia Tenggara dalam Eight Nation Maker (1964).

Dalam buku A Magic Gecko (2011) Horst Henry Geerken juga menyebut kesalahan penulisan nama Ahmad Soekarno ada di media barat. “Seperti banyak orang Jawa, dia hanya memiliki satu nama: Soekarno. Sebuah kantor berita Amerika, walaupun korespondennya di Jakarta, telah menjelaskan, mereka menciptakan begitu saja nama depan itu,” katanya.

Spekulasi yang kedua, nama Ahmad sengaja ditambahkan kalangan nasionalis Indonesia selama berlangsungnya revolusi. Tujuannya untuk memfasilitasi dukungan negara Islam di Timur Tengah. M Zein Hassan, mahasiswa Indonesia di Mesir dalam memoarnya berjudul Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri: Perpanjangan Pemuda/Mahasiswa Indonesia di Timur Tengah (1980), mengungkapkan klaim itu secara terang-terangan.

“Sangat mungkin wartawan Barat menggunakan Ahmad dengan merujuk pada sumber-sumber dari Timur Tengah akhir 1940-an,” tulis Steven dalam makalah In Search of Achmad Soekarno.

Di Indonesia sendiri, penyebutan nama Ahmad Soekarno pernah diutarakan Muljadi Djojomartono, tokoh Muhammadiyah saat peringatan hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 1963. Dalam pidatonya Muljadi memperkenalkan Bung Karno kepada khalayak sebagai Haji Ahmad Soekarno.

Lalu bagaimana sikap Bung Karno menanggapi adanya penambahan nama Ahmad di depan nama Soekarno? Bung Karno menegaskan namanya hanya Soekarno. Nama yang diberikan oleh orang tuanya. Adapun Muljadi telah memanggilnya Ahmad Soekarno, Bung Karno mengatakan tokoh Muhammadiyah itu dalam rangka memuji dirinya.

Bagi Bung Karno nama Ahmad adalah nama yang benar-benar terhormat, karenanya ia menyatakan terima kasih dan merasa tergerak untuk memiliki dan menambahkan nama itu. Keterangan bahwa nama lahirnya hanya Soekarno itu kembali ditegaskan Bung Karno dalam autobiografinya, “Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia karya Cindy Adams” (1965).

Kepada Cindy Adams, Soekarno mengatakannya dengan nada gusar, “Soekarno adalah nama saya riil, dan hanya itu. Beberapa wartawan bodoh pernah menulis nama pertama saya Achmed. Konyol. Saya hanya Soekarno,” kata Bung Karno.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement