Share

Pangkat Jenderal di Rusia Tak Bisa Menjauh dari 'Operasi Militer Khusus'

Tim Okezone, Okezone · Kamis 23 Juni 2022 07:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 22 18 2616343 pangkat-jenderal-di-rusia-tak-bisa-menjauh-dari-operasi-militer-khusus-EUhns0dxAa.jpg Sejumlah Jenderal Rusia yang tewas di Ukraina (foto: The Times)

JET TEMPUR Su-25 milik Rusia ditembak jatuh di atas wilayah Donbass, Ukraina, pada Mei lalu, serangkaian pertanyaan tentang pilot pesawat itu mencuat. Tanda tanya yang muncul antara lain tentang alasan di balik fakta bahwa pesawat tempur canggih itu dikemudikan oleh pilot berusia 63 tahun.

Pilot tersebut diketahui Mayor Jenderal Kanamat Botashev, pilot tempur Rusia yang sangat terampil dan dihormati. Terlepas dari pangkat, umur, dan statusnya sebagai pensiunan, dia kembali ke kokpit pada hari itu. Jenderal tersebut telah pensiun dari angkatan bersenjata Rusia sekira satu dekade lalu.

BACA JUGA:Jumlah Pengungsi Membengkak, Biden Salahkan Perang Rusia di Ukraina 

Teka-teki lainnya adalah tentang tren bahwa banyak jenderal Rusia kehilangan nyawa dalam pertempuran di Ukraina. Jumlah pasti jenderal Rusia yang tewas di Ukraina pun belum terjawab. Jawaban atas berbagai pertanyaan tadi akan mengungkap banyak hal tentang bagaimana Rusia menggulirkan perang ini, termasuk nyawa yang dipertaruhkan untuk perwira paling senior sekalipun.

BBC berbicara dengan tiga mantan bawahan Botashev. Mereka berkata, dia tidak bisa menjauh dari "operasi militer khusus", istilah yang digunakan Rusia untuk menyebut invasi skala penuh mereka ke Ukraina.

 BACA JUGA:Akhir Juni 2022, Presiden Jokowi Bakal Kunjungi Rusia dan Ukraina

"Dia adalah seorang Pilot dengan huruf besar P," kata seorang mantan anak buah Botashev sebagaimana dilansir dari BBC Indonesia.

Baca selengkapnya : Misteri di Balik Kematian Para Jenderal Rusia di Ukraina

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini