Share

Tidak Lagi Wajib Berhijab, Banyak Wanita Arab Saudi Pilih Berambut Pendek

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 24 Juni 2022 14:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 24 18 2617557 tidak-lagi-wajib-berhijab-banyak-wanita-arab-saudi-pilih-berambut-pendek-6qKsLpppuA.jpg Perempuan di Arab Saudi semakin banyak menikmati kebebasan di bawah reformasi yang didorong Putra Mahkota Mohammed bin Salman. (Foto: Reuters)

RIYADH – Potongan rambut pendek semakin banyak terlihat di antara wanita Arab Saudi, terutama di kalangan pekerja. Gaya rambut yang dikenal secara lokal dengan kata bahasa Inggris “boy”, atai “anak laki-laki”, menjadi pemandangan yang mencolok di jalan-jalan ibu kota Riyadh.

Kepopuleran potongan rambut pendek ini bukan hanya karena perempuan tidak lagi diharuskan mengenakan jilbab setelah reformasi sosial yang didorong oleh penguasa de facto Arab Saudi, Putra Mahkota Mohammed bin Salman, tetapi ada sejumlah alasan lainnya.

BACA JUGA: Arab Saudi Kini Batalkan Aturan Penutup Rambut di Foto Identitas, Ini Faktanya

Karena semakin banyak wanita bergabung dengan angkatan kerja, bagian utama dari upaya pemerintah untuk membangun kembali ekonomi Saudi, banyak yang menggambarkan potongan "boy" sebagai alternatif praktis dan profesional dibandingkan gaya rambut yang lebih panjang yang mungkin mereka sukai di masa pra-kerja mereka.

Safi, seorang dokter, mengatakan bahwa penampilan ini juga sebagai bentuk perlindungan dari perhatian laki-laki yang tidak diinginkan, memungkinkan dia untuk fokus pada pasiennya.

"Orang suka melihat feminitas dalam penampilan wanita," katanya sebagaimana dilansir AFP. "Gaya ini seperti perisai yang melindungi saya dari orang-orang dan memberi saya kekuatan."

Di salah satu salon di pusat kota Riyadh, permintaan untuk potongan rambut "boy" telah melonjak. Lamis, seorang penata rambut mengatakan bahwa tujuh atau delapan orang dari 30 pelanggan memintanya potongan rambut “boy” di hari-hari tertentu.

"Tampilan ini menjadi sangat populer sekarang," katanya. "Permintaannya meningkat, terutama setelah perempuan memasuki pasar tenaga kerja.

BACA JUGA: Pangeran Mohammed bin Salman: Perempuan Saudi Tak Perlu Kenakan Abaya Hitam

"Fakta bahwa banyak wanita tidak mengenakan jilbab telah menyoroti penyebarannya" sambil mendorong lebih banyak pelanggan untuk mencobanya, terutama wanita di akhir usia belasan dan dua puluhan, katanya.

Pencabutan persyaratan jilbab hanyalah salah satu dari banyak perubahan yang telah menata ulang kehidupan sehari-hari bagi wanita Saudi di bawah Pangeran Mohammed bin Salman.

Wanita Saudi tidak lagi dilarang dari konser dan acara olahraga, dan pada 2018 mereka mendapatkan hak untuk mengemudi.

Kerajaan juga telah melonggarkan apa yang disebut aturan perwalian, yang berarti perempuan sekarang dapat memperoleh paspor dan bepergian ke luar negeri tanpa izin kerabat laki-laki.

Reformasi semacam itu, bagaimanapun, telah disertai dengan tindakan keras terhadap aktivis hak-hak perempuan, bagian dari kampanye yang lebih luas melawan perbedaan pendapat.

Menarik lebih banyak perempuan untuk bekerja adalah komponen utama dari rencana reformasi Visi 2030 Pangeran Mohammed untuk membuat Arab Saudi tidak terlalu bergantung pada minyak.

Arab Saudi secara tradisional melarang pria yang "meniru wanita" atau memakai pakaian wanita, dan sebaliknya.

Tapi Rose, seorang pramuniaga sepatu berusia 29 tahun di mal Riyadh, melihat rambutnya yang dipotong pendek sebagai cara untuk menegaskan kemandiriannya dari pria, bukan meniru mereka.

Itu "memberi saya kekuatan dan kepercayaan diri... Saya merasa berbeda, dan mampu melakukan apa yang saya inginkan tanpa perwalian siapa pun", kata Rose yang tidak mau menyebutkan nama lengkapnya.

"Awalnya keluarga saya menolak tampilan itu, tapi lama kelamaan mereka terbiasa," tambahnya.

Penerimaan tersebut sebagian mencerminkan pengaruh selebriti Arab seperti aktris Yasmin Raeis atau penyanyi Shirene yang juga mengadopsi gaya tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini