Share

Kabar Duka, Prajurit Penjaga Perbatasan RI-Papua Nugini Meninggal Dunia Karena Sakit

Edy Siswanto, Okezone · Jum'at 24 Juni 2022 18:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 24 340 2617768 kabar-duka-prajurit-penjaga-perbatasan-ri-papua-nugini-meninggal-dunia-karena-sakit-tmilfyxdLC.JPG Upacara Kehormatan Pratu Murry Aldino (Foto: TNI)

SENTANI – Jajaran Korem 172/Praja Wira Yakhti berduka setelah seorang Prajurit TNI Satgas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Republik Indonesia- Papua New Guinea bernama Pratu Murry Aldino meninggal dunia akibat sakit.

Almarhum Pratu Murry Aldino meninggal pada Kamis (23/6) kemarin di Rumah Sakit Marthen Indey Kesdam XVII/Cenderawasih. Almarhum Pratu Murry dalam tugasnya menjabat sebagai Tamtama Kesehatan Pos Towe Hitam Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 126/Kala Cakti Kolakops Korem 172/PWY.

Jenazah dilepas melalui upacara militer yang dilakukan tadi pagi, Jumat (24/6) di Lapangan Air Nav Bandara Sentani.

Kepala Staf Korem (Kasrem) 172/PWY Kolonel Inf Bayu Sudarmanto selaku Wadankolakops bertindak sebagai Inspektur Upacara pada upacara pengantaran jenazah Pratu Murry Aldino.

Kasrem 172/PWY menyampaikan, mewakili Danrem 172/PWY beserta seluruh anggota Korem 172/PWY turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya salahsatu prajurit terbaik bangsa.

“Pengabdian yang telah dilakukan almarhum selama hidupnya untuk Negara Indonesia selama ini, layak untuk diberi penghargaan, salahsatunya dengan pengantaran secara militer seperti saat ini. Kita semua berdoa semoga amal ibadah almarhum diterima disisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan,” ucapnya.

Kasrem mengingatkan kepada seluruh prajurit khususnya para prajurit yang melaksanakan tugas di Papua untuk selalu menjaga kesehatan dengan berolahraga dan menjaga pola makan. Sebab dengan berolahraga kebugaran tubuh tetap terjaga sehingga dapat melaksanakan tugas dengan baik.

“Semua harus bisa menjaga diri agar terhindar dari penyakit. Minimal dengan olahraga, kita bisa menjaga kebugaran tubuh dan jauh dari penyakit asal kita lakukan dengan gembira,” tegasnya.

Diketahui upacara pengantaran dimulai pukul 08.00 Wit secara militer. Setelah upacara, jenazah kemudian dibawa ke Pesawat Batik Air untuk diterbangkan ke kampung halamannya di Medan, Provinsi Sumatera Utara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini