Share

Dituduh Curi Handphone, Bocah Penumpang Kapal Ferry Tewas Dianiaya

Ansar Jumasang, Koran SI · Minggu 26 Juni 2022 12:57 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 26 609 2618454 dituduh-curi-handphone-bocah-penumpang-kapal-ferry-tewas-dianiaya-3WLz5yp9jE.jpeg Ilustrasi/ Doc: Okezone

MAKASSAR - Seorang Bocah berusia 12 tahun tewas dianiaya oleh sekelompok orang setelah bocah tersebut dituduh telah mencuri handphone salah satu penumpang kapal Ferry.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Makassar IPTU Prawira Wardany saat di konfirmasi mengatakan, pihaknya baru mengetahui peristiwa nahas tersebut, setelah menerima laporan dari orang tua koraban.

 BACA JUGA:WHO: Cacar Monyet Bukan Darurat Kesehatan Internasional, Tetapi Harus Terus Dipantau

"DP (12) merupakan salah satu penumpang kapal meninggal dunia usai dianiaya di atas kapal, hal ini diketahui setelah ayah korban Adrianto, mendatangi Mapolres Pelabuhan Makassar untuk melaporkan kejadian tersebut," tuturnya, Minggu (26/6/2022).

Dirinya juga bilang, disaat kapal yang dinaiki korban serta keluarganya bersandar di Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar, Adrianto yang merupakan ayah korban langsung melaporkan kejadian di atas kapal yang menimpa anaknya.

 BACA JUGA:Betrand Peto Menang Awards, Tangisnya pecah Saat Tahu Ruben Onsu Masuk RS

"Jadi kesaksian ayah korban itu, di mana korban dituduh mencuri handphone salah satu penumpang kapal. Akan tetapi, belum terbukti korban lebih dahulu meninggal dunia," ujarnya.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Dari laporan tersebut, pihaknya kini telah memeriksa enam orang saksi, beserta keterangan orang tua korban. "Atas kejadian tersebut, kami telah memeriksa 6 orang saksi, yang selanjutnya kami akan sampaikan lagi," sambungnya.

 BACA JUGA: Waspada Daging Kurban Terinfeksi PMK, Dokter: Pilihlah Hewan Bersertifikat

Korban bersama keluarganya merupakan penumpang Kapal Ferry Dharma Kencana Vll dengan tujuan Surabaya - Makassar - Manado. "Pada jenazah korban di temukan tanda-tanda kekerasan pada tubuhnya, namun untuk pastinya kami menunggu hasil autopsi," tutup Prawira Wardany.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini