Share

Pertama dalam Sejarah, NASA Luncurkan Roket Pertama dari Pusat Antariksa Komersial Australia

Susi Susanti, Okezone · Senin 27 Juni 2022 15:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 27 18 2619011 pertama-dalam-sejarah-nasa-luncurkan-roket-pertama-dari-pusat-antariksa-komersial-australia-9imvLyzQRj.jpg NASA meluncurkan roket dari pusat antariksa komersial di luar AS (Foto: Nation World News)

AUSTRALIA - Sepetak tanah merah sederhana di Australia yang terpencil telah membuat sejarah sebagai tempat peluncuran roket pertama NASA dari pusat antariksa komersial di luar Amerika Serikat (AS).

Roket sub-orbital meluncur dari situs kecil pada Senin (26/6/2022) pagi waktu setempat.

NASA mengatakan ini akan memungkinkan studi astrofisika yang hanya dapat dilakukan di belahan bumi selatan. Peluncuran ini juga yang pertama di Australia dalam lebih dari 25 tahun.

Roket tersebut adalah yang pertama dari tiga roket NASA yang diluncurkan dari Pusat Antariksa Arnhem yang baru dibangun di tepi Northern Territory.

Baca juga: NASA Ingin Bangun Reaktor Nuklir di Bulan

Para ilmuwan berharap ini akan membantu mereka mempelajari dampak cahaya bintang pada kelayakhunian planet-planet terdekat.

Baca juga: Korea Selatan Berhasil Luncurkan Roket Perdananya ke Luar Angkasa

Penonton yang melakukan perjalanan ke lokasi terpencil itu melihat sekilas roket itu hanya sekitar 10 detik sebelum memasuki atmosfer bumi.

"Itu dalam sekejap mata, tetapi bagi saya, itu seperti dalam gerakan lambat karena seluruh area baru saja menyala," kata Kepala Sekolah Sekolah Yirrkala Merrkiyawuy Ganambarr-Stubbs kepada Australian Broadcasting Corporation.

"Itu naik, dan kemudian suaranya, itu seperti ledakan gemuruh, seperti tidak pernah saya dengar. Dan saya hanya gemetar karena takjub,” lanjutnya.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Jangka waktu roket yang terdengar di luar angkasa juga sama pendeknya. Proyektil sepanjang 13 meter itu jatuh kembali ke Bumi setelah 15 menit yang direncanakan.

Tetapi para ahli percaya bahwa data yang dikumpulkan pada waktu itu akan membantu menjelaskan rahasia konstelasi bintang yang berjarak 430 juta tahun cahaya.

"Tanpa masuk terlalu jauh ke dalam sains, itu secara efektif adalah kamera sinar-X besar yang melihat berbagai fenomena astrologi dan mencoba menangkap bagian-bagian batu besar di Bima Sakti dan khususnya gugus bintang Alpha Centauri," terang Kepala eksekutif Arnhem Space Center Michael Jones kepada jaringan lokal Nine.

"Kami telah mencapai prestasi luar biasa dan membuat tanda besar dalam sejarah perjalanan Australia di luar angkasa," ujarnya dalam sebuah pernyataan.

"[Ini] menegaskan bahwa kami dan Australia dapat menyediakan akses ke luar angkasa dan ini baru permulaan bagi kami,” lanjutnya.

Ketua Menteri Northern Territory Natasha Fyles memuji peluncuran itu sebagai momen yang "sangat membanggakan" bagi Australia, menambahkan bahwa itu dilakukan dengan restu dari pemilik tradisional Aborigin di kawasan itu.

"Di sini, di tanah Yolngu, pemuda Territorian bisa melihat ke langit dan tahu apa yang bisa dilakukan," ungkapnya.

"Ketika kita melihat budaya hidup tertua yang berpadu dengan ilmu luar angkasa, seperti yang kita miliki di sini, itu adalah sesuatu yang dapat kita renungkan dan sangat dibanggakan,” lanjutnya.

Australia telah meningkatkan upaya luar angkasanya belakangan ini, meluncurkan sebuah badan pertahanan yang berfokus untuk melawan ambisi Rusia dan China di luar angkasa.

Pusat Luar Angkasa Arnhem adalah situs peluncuran khatulistiwa pertama dan satu-satunya yang dimiliki dan dijalankan secara komersial di dunia.

Peluncuran berikutnya diharapkan berlangsung pada 4 Juli mendatang. NASA telah berjanji untuk mengumpulkan semua material dan puing-puing dan mengembalikannya ke AS.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini