Terkait STIK/PTIK, kata Nunung, akan lebih bermanfaat untuk mendukung kinerja Polri bila dijadikan Universitas. Contoh, forensik bisa menjadi Ilmu Kajian yang bisa dikembangkan berkelas dunia sehingga Forensik bisa lebih mendalam keilmuannya.
Lalu, soal munculnya diskursus ganja medis, menurutnya, Polri harus tegas bahwa hal ini tak bisa sembarang dilegalkan tanpa ada penelitian terdahulu.
"Terkait dinamika Lakalantas nampaknya meski sudah lebih baik pengentasan masalahnya tetapi masih banyak yang belum tertib berkendara. Ganjil-Genap juga butuh dikaji ulang karena masyarakat malah merasa kadang tambah macet," tuturnya.
Lebih lanjut, dirinya juga memandang hal yang berkaitan dengan kriminalitas jalanan juga membutuhkan perhatian peningkatan kepiawaian Polisi dalam menanganinya.
Dan kasus Separatisme KSTP Papua, Nuning memandang sepertinya akan bisa diminimalisir bila anggota Polri yang dikirim diberi bekal pengetahuan komunikasi antar budaya serta paham budaya Papua.
"Kita harus tegas menunjukkan kepada pemberontak separatis Papua bahwa kita eksis dan kepada negara asing pendukungnya memperlihatkan kita kuat dn tidak goyah sebagai negara bangsa. Sangat penting untuk melakukan propaganda dan kontra propaganda yang terukur, efektif, efesien dan tepat sasaran," tuturnya.
Melalui hal tersebut, ia menyatakan konstruksi sosial-politik yang membentuk opini publik dapat meminimalisir dukungan kepada kelompok insurgensi.
(Angkasa Yudhistira)