Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gelar Doa Lintas Agama saat HUT Bhayangkara, Polri Memperkuat Kebhinekaan dan Toleransi

Andika Shaputra , Jurnalis-Minggu, 10 Juli 2022 |08:25 WIB
Gelar Doa Lintas Agama saat HUT Bhayangkara, Polri Memperkuat Kebhinekaan dan Toleransi
Kapolri Jenderal Listyo (Foto: Humas Polri)
A
A
A

JAKARTA – Polri menggelar kegiatan doa bersama lintas agama ditengah momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-76. Acara ini merupakan upaya ikhtiar batiniah untuk kebaikan Bangsa Indonesia.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan, doa bersama seluruh umat beragama di Indonesia ini menjadi pendukung dari setiap langkah dan upaya lahiriah demi membawa Indonesia menjadi lebih maju.

(Baca juga: HUT Ke-76 Bhayangkara, Mabes Polri Gelar Doa Lintas Agama untuk Indonesia Lebih Baik)

"Tentunya doa lintas agama, malam ini, menjadi sesuatu yang sangat penting. Karena memang, doa ini menjadi salah satu ikhtiar batiniah dari apa yang kita lakukan, selain upaya lahiriah yang selama ini mungkin sudah kita laksanakan bersama," kata Sigit di Lapangan Bhayangkara Polri, beberapa waktu lalu.

Sigit juga menambahkan, upaya ikhtiar batiniah dan lahiriah juga harus dilakukan guna menghadapi perkembangan situasi di dalam negeri. Pasalnya, Sigit menekankan, untuk terus menjaga rasa persatuan dan kesatuan, diperlukan Sinergisitas seluruh elemen masyarakat.

Sigit menegaskan, untuk menghadapi segala bentuk potensi ancaman, gangguan maupun permasalahan di Indonesia, akan dapat dicegah ataupun diselesaikan dengan seluruh elemen bergandengan tangan.

"Saat ini kita sedang menghadapi Pemilu, baik Pilpres, Pileg, dan Pilkada, dan juga meningkatnya penyakit mulut dan kuku (PMK). Ini semua tentu butuh suatu suasana kebatinan untuk sama-sama kita bisa jaga agar seluruh elemen bangsa, tokoh lintas agama, seluruh umat anak bangsa di Indonesia, bersatu untuk hadapi situasi yang ada," tutup Sigit.

ist

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GAMKI Willem Wandik sepakat dengan pernyataan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo saat menggelar doa bersama.

“Saat ini di kalangan masyarakat menengah ke bawah, terbentuk sekat-sekat dan perpecahan yang masih belum hilang sampai sekarang.Menurut kami, salah satu yang menjadi biang atas polarisasi ini adalah adanya politik identitas dan politisasi SARA, serta maraknya ujaran kebencian dan hoaks," kata Wandik.

Anggota DPR RI dari dapil Papua ini mendukung pemerintah khususnya institusi kepolisian untuk dapat berperan aktif melakukan mitigasi, dengan membuat program-program yang inklusif dan melibatkan partisipasi masyarakat lintas agama.

"Kami mengapresiasi Kapolri dan jajarannya melakukan Doa Bersama, penampilan budaya dan kuliner nusantara, serta mengajak berbagai organisasi kemasyarakatan dan keagamaan untuk memperingati Hari Bhayangkara bersama-sama," ujarnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement