JAKARTA- Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengecam tindakan keji yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) teroris di Kampung Nogoloit, Kabupaten Nduga, Papua. Akibat peristiwa tersebut, 11 orang meninggal dunia dan 2 warga luka-luka.
(Baca juga: Membelot ke KKB, Pecatan TNI AD Yotam Bugiangge Ternyata Dalang Pembantaian 11 Warga)
Dalang peristiwa itu dilakukan KKB pimpinan Egianus Kogoya dan Yotam Bugiangge. Yotam adalah mantan anggota TNI AD di Batalion Infantri 756/MWS dengan pangkat prajurit dua (Prada) yang bergabung dengan KKB teroris.
"Bahwa telah dilakukan pembunuhan terhadap 11 warga sipil berbagai etnis termasuk etnis Papua dan tokoh agama yang di wilayah Kabupaten Nduga," katanya kepada wartawan di Jakarta Selatan, Kamis (21/7/2022).
Moeldoko mengatakan, kelompok kriminal bersenjata tersebut melakukan tindakan kejam secara berulang-ulang dengan tujuan memprovokasi warga sehingga mencapai tujuan yang mereka inginkan.
"Ini merupakan pembantaian keji, kejam dan biadab merupakan kejahatan yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan," tegasnya.
Lebih lanjut, dirinya mengatakan KKB teroris menggunakan kedok perjuangan masyarakat Papua dengan tujuan mendapatkan keuntungan material kelompoknya.
"KKB takut dengan capaian pembangunan Papua dan akan menghilangkan pengaruhnya kepada mereka, sungguh ironis, bahwa disaat Pemerintah sedang bekerja keras, mempercepat kesejahteraan di Papua KKB justru melakukan tindakan perikaku kejam terhadap warga yang tidak berdosa, dan bahkan tindakan distruktif," pungkasnya.
Aksi biadab Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua kembali terjadi, kali ini dengan kejinya melakukan penyerangan terhadap 12 warga sipil salah satunya seorang Pendeta atas nama Eliaser Baye dan seorang ustadz Daenk Maramli hingga meninggal dunia.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, penyerangan dan penembakan KKB terhadap warga sipil terjadi di Kampung Nogolait, Kabupaten Nduga, Papua.
Kamal menyesalkan kejadian aksi KKB yang tidak berprikemanusiaan. Ia pun menegaskan, anggota Polres Nduga yang di backup Satgas Damai Cartenz dan rekan-rekan TNI masih terus mendalami latar belakang dari perbuatan keji KKB tersebut dan melakukan pengejaran terhadap pelakunya.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.