Agus menyebut, jalur tersebut cukup padat dilalui masyarakat baik kendaraan roda dua, mobil maupun pejalan kaki. Odong-odong juga selalu menggunakan jalur tersebut untuk mengantarkan penumpang berwisata.
"Di perlintasan ini memang enggak ada petugasnya. Kadang sering warga teriak-teriak kalau mau ada kereta api mau lewat, " beber dia.
Informasi yang dihimpun, akibat kecelakaan itu sembilan orang meninggal dunia. Sementara tiga orang anak-anak dan empat orang dewasa lainnya mengalami luka luka. Mereka telah dibawa ke rumah sakit terdekat. Saat kejadian, odong-odong tersebut diperkirakan membawa sekitar 20 orang penumpang.
(Qur'anul Hidayat)