Namun, bagaimana "penggunaan instrumental" ditafsirkan berbeda tergantung pada seberapa keras pemerintahan yang berkuasa pada waktu tertentu, demikian diwartakan Mirror.
Larangan itu muncul di tengah latar belakang wanita Iran bergabung dengan kampanye media sosial melawan patroli jalanan penegakan jilbab Republik Islam.
Jilbab telah menjadi kewajiban bagi wanita di Iran sejak Revolusi Islam 1979, yang mengubah undang-undang Iran menjadi semakin konservatif mengikuti agama.
Kaum perempuan di Iran telah mencoba memprotes aturan tersebut, tetapi menghadapi hukuman berat atas aktivisme mereka.
Aturan wajib jilbab ditegakkan oleh polisi moral. Namun dalam beberapa tahun terakhir, wanita telah memprotes aturan ketat Iran dengan melepas jilbab mereka di depan umum dan di media sosial.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.