Share

AS dan China Memanas, Analis Peringatkan Bahaya Kunjungan Ketua DPR Pelosi ke Taiwan

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 02 Agustus 2022 13:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 02 18 2640560 as-dan-china-memanas-analis-peringatkan-bahaya-kunjungan-ketua-dpr-pelosi-ke-taiwan-O3ezBVyfms.jpg Kapal Induk Amerika Serikat USS Ronald Reagan dilaporkan bergerak ke Taiwan di tengah rencana kunjungan Ketua DPR Nancy Pelosi. (Foto: Reuters)

BEIJING – Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) pada Senin (1/8/2022) merilis sebuah video di media sosial yang menyatakan “siap untuk mengubur setiap penyusup”. Video itu dinilai sebagai peringatan kepada Amerika Serikat (AS) menjelang rencana kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan, yang dinilai sebagai langkah provokatif.

BACA JUGA: Ketua DPR AS Kunjungi Taiwan Hari Ini, China Peringatkan Militernya 'Tak Akan Diam'

Mengutip keterangan "pejabat", Next TV yang berbasis di Taiwan pada Senin mengatakan Pelosi diperkirakan akan menginap semalam di Taipei di hotel Grand Hyatt di Distrik Xinyi, tetapi tidak jelas kapan tepatnya dia akan tiba. CNN juga merilis informasi serupa, mengatakan bahwa "Pelosi diharapkan mengunjungi Taiwan sebagai bagian dari turnya di Asia," menurut seorang pejabat senior dari otoritas Taiwan dan seorang pejabat AS.

Sebelumnya, PLA memperingatkan bahwa jika Pelosi mengunjungi Taiwan maka militer China itu “tidak akan tinggal diam" dan akan mengambil "tindakan balasan yang tegas dan kuat" untuk melindungi kedaulatan dan integritas teritorial China.

Mengenai tindakan apa ini, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Zhao Lijian berkata, "jika dia (Pelosi) berani pergi (ke Taiwan), mari kita tunggu dan lihat."

BACA JUGA: Kapal Induk AS Bergerak ke Taiwan di Tengah Rencana Kunjungan Ketua DPR Pelosi

Analis China mengatakan peringatan baru ini adalah sinyal yang jelas bahwa jika Pelosi pergi ke Taiwan, China akan melihatnya sebagai tindakan provokatif yang diizinkan oleh pemerintahan Biden daripada keputusan pribadi yang dibuat oleh Pelosi. Ini berarti kunjungan itu akan menjadi insiden serius yang menunjukkan bahwa AS telah melanggar janjinya untuk tidak mendukung "kemerdekaan Taiwan

Lü Xiang, seorang ahli studi AS di Akademi Ilmu Sosial China, pada Senin mengatakan kepada media pemerintah Global Times bahwa pengaturan apa pun yang melayani kunjungan Pelosi ke Taiwan akan menjadi pelanggaran atas janji Gedung Putih tersebut.

"Pengaturan" mengacu pada bantuan apa pun yang diberikan oleh pemerintah (termasuk dari militer AS) untuk kunjungan, khususnya, transportasi, keamanan, komunikasi, intelijen, dan sebagainya, kata Lü.

“Jika Pelosi benar-benar pergi ke Taiwan, pemahaman saya adalah bahwa kunjungan itu telah menerima izin Biden, dan militer AS juga akan memberikan dukungan kepadanya," kata Lü sebagaimana dikutip Global Times.

Ini berarti pembalasan China tidak hanya akan menargetkan Pelosi, pemerintahan Biden juga harus menghadapi konsekuensi serius dari kemunduran komprehensif hubungan China-AS, kata para analis.

Pandangan strategis China jauh lebih besar daripada sekadar bermain-main dengan Pelosi dalam kunjungan mendadaknya ke pulau itu, karena China akan menggunakan langkah provokatif AS ini untuk mengubah situasi Selat Taiwan dan mempercepatnya proses unifikasinya secara permanen, yang jauh lebih penting daripada kunjungan politisi AS, kata para ahli.

Para analis memperingatkan bahwa AS naif jika menilai langkah Pelosi dapat membuka pintu baru bagi Washington dalam masalah Taiwan, menegaskan bahwa keinginan China untuk mereunifikasi Taiwan tidak bisa diremehkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini