Share

Tanggapi Kunjungan Ketua DPR AS ke Taiwan, China Akan Gelar 'Operasi Militer'

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 03 Agustus 2022 10:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 03 18 2641100 tanggapi-kunjungan-ketua-dpr-as-ke-taiwan-china-akan-gelar-operasi-militer-XEhOY8lBWn.jpg Layar raksasa menampilkan gambar kapal perang Tentara Pembebasan Rakyat pada tayangan berita, Beijing, China, 2 Agustus 2022. (Foto: Reuters)

BEIJING - Militer China telah dalam siaga tinggi dan akan meluncurkan "operasi militer yang ditargetkan" sebagai tanggapan atas kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi ke Taiwan, kata kementerian pertahanan China pada Selasa (2/8/2022) malam.

BACA JUGA: Ketua DPR AS Tiba di Taiwan, Disambut Pendukung Bersorak dan Gedung Tertinggi Beri Pesan Khusus Taiwan Cinta AS

Secara terpisah, Komando Teater Timur Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) mengatakan akan melakukan operasi militer gabungan di dekat Taiwan mulai Selasa malam.

Latihan tersebut akan mencakup latihan gabungan udara dan laut di utara, barat daya dan tenggara Taiwan, penembakan langsung jarak jauh di Selat Taiwan, dan peluncuran uji coba rudal di laut timur Taiwan, kata Komando Teater Timur sebagaimana dilansir Reuters.

BACA JUGA: 8 Jet Tempur dan 5 Pesawat Tanker Kawal Ketua DPR AS, China Kerahkan Su-35 Lintasi Selat Taiwan

Kementerian pertahanan tidak memberikan perincian tentang apa yang akan termasuk dalam operasi militer yang ditargetkan, atau jika mereka terpisah dari latihan yang diumumkan oleh Komando Teater Timur.

Kantor berita negara Xinhua mengatakan sebelumnya pada Selasa bahwa militer China akan melakukan latihan menembak langsung dan latihan lainnya di sekitar Taiwan dari 4 Agustus hingga 7 Agustus.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Sebagaimana dilaporkan, Pelosi tiba di Taiwan dengan pesawat angkatan udara AS yang mendarat di Bandara Songshan, Taipei pada Selasa malam. Ini merupakan kunjungan tingkat tertinggi AS pertama ke Taiwan dalam 25 tahun.

China, yang mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, mengutuk kunjungan itu, menyebutnya sebagai ancaman terhadap perdamaian di kawasan.  

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini