BOGOTA - Gustavo Petro pada Minggu (7/8/2022) dilantik menjadi presiden kiri pertama Kolombia. Mantan pemberontak itu berjanji untuk menyatukan Kolombia yang terpolarisasi itu dalam perang melawan ketidaksetaraan dan perubahan iklim serta mencapai perdamaian dengan pemberontak kiri dan geng kriminal.
Petro, mantan anggota kelompok gerilya M-19, dilantik oleh Presiden Senat Roy Barreras di Bolivar Plaza Bogota pada Minggu sore, disaksikan oleh sekira 100.000 undangan termasuk Raja Spanyol Felipe VI, setidaknya sembilan presiden Amerika Latin dan warga Kolombia lainnya yang diundang oleh Petro.
BACA JUGA: Mantan Gerilyawan Sayap Kiri Gustavo Petro Terpilih Sebagai Presiden Baru Kolombia
"Saya tidak ingin dua negara, sama seperti saya tidak ingin dua masyarakat. Saya ingin Kolombia yang kuat, adil dan bersatu," kata Petro emosional dalam pidato pelantikannya, sebagaimana dilansir Reuters.
"Tantangan dan ujian yang kita hadapi sebagai bangsa menuntut periode persatuan dan konsensus dasar."
Petro telah berjanji untuk menghidupkan kembali negosiasi perdamaian yang gagal dengan pemberontak Tentara Pembebasan Nasional (ELN) dan menerapkan kesepakatan damai 2016 kepada mantan anggota gerilyawan FARC yang menolaknya.
Menteri luar negerinya mengatakan pemerintah akan mengadakan dialog dengan geng-geng dan berpotensi memberikan pengurangan hukuman kepada anggotanya dengan imbalan informasi tentang perdagangan narkoba.
BACA JUGA: 6 Negara Pengedar Narkoba Terbesar di Dunia, dari Afganistan hingga Meksiko!
Kelompok bersenjata harus menerima kesepakatan itu, kata Petro.
"Kami menyerukan kepada semua orang yang bersenjata untuk meninggalkan senjata mereka dalam kabut masa lalu. Untuk menerima manfaat hukum dalam pertukaran perdamaian, dalam pertukaran untuk tidak terulangnya kekerasan definitif," kata Petro kepada kerumunan sorak-sorai berkumpul di bawah cahaya terang matahari Andes.