Share

Gemuruh Tahlil Antarkan Iring-Iringan Keranda Warga Majalengka Korban Kecelakaan Maut Ciamis

Inin Nastain, Koran Sindo · Senin 08 Agustus 2022 23:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 08 525 2644277 gemuruh-tahlil-antarkan-iring-iringan-keranda-warga-majalengka-korban-kecelakaan-maut-ciamis-oHL8K36DX8.jpg Ilustrasi/ Foto: Okezone

MAJALENGKA - Suara orang-orang melapalkan kalimat tahlil, terdengar bergemuruh, seusai warga Desa Burujul Wetan menunaikan ibadah Salat Magrib. Di depan meraka yang melapalkan tahlil, terlihat empat orang berjalan cepat, sambil menggotong keranda.

Bukan hanya satu keranda yang mereka bawa. Ada dua keranda yang terlihat di tengah kerumunan ratusan warga, pada Senin (8/8/2022) petang itu. Ya, dua keranda itu adalah kendaraan yang mengantarkan almarhum Alimudin dan Elis, korban kecelakaan tunggal di Ciamis, pada Senin pagi.

 BACA JUGA:KPU: Pemerintah Telah Setujui Kenaikan Honor Badan Ad Hoc untuk Pemilu dan Pilkada 2024

Alimudin dan Elis adalah pasutri, yang menjadi korban meninggal, saat mereka akan menghadiri hajatan keluarganya di Ciamis. Ketika jarak rumah hajat sudah dekat, taqdir berkata lain, mobil pickup yang mereka kendarai, masuk jurang, dan merenggut 8 nyawa, termasuk pasutri itu.

Selang beberapa menit kemudian, iring-iringan orang membawa keranda, kembali datang. Sama seperti yang pertama, gemuruh tahlil terdengar mengantarkan jenazah korban ke tempat peristirahatan terakhir, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat.

Jumlah warga pengantar jenazah ke dua dan seterusnya, relatif lebih sedikit dibanding yang pertama. Namun, suara gemuruh tahlil, begitu jelas terdengar mengiringi perjalanan keranda ke TPU.

 BACA JUGA:Polisi Periksa 6 Saksi Atas Kasus Tewasnya Santri di Tangerang

"Yang pertama itu, jenazah yang suami istri. Semuanya dimakamkan sekarang," kata salah satu warga yang ikut mengantar jenazah ke pemakaman, Didi.

Suara gemuruh tidak hanya terdengar saat mereka menuju pemakaman saja. Di pemakaman, di dekat galian kuburan, suara tahlil pun masih terdengar cukup jelas.

Dari tengah-tengah kerumunan, terlihat beberapa orang beberapa kali menyeka mata, seakan-akan mengusap air mata yang akan segera menetes.

"Allah. Pamugi-pamugi ditampi imam Islamna (Mudah-mudahan diterima iman Islamnya)," gumam salah satu pengantar.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini