Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Rumah Sehat untuk Jakarta Wujudkan Transformasi Layanan Kesehatan Warga Jakarta

Yaomi Suhayatmi , Jurnalis-Rabu, 10 Agustus 2022 |11:56 WIB
Rumah Sehat untuk Jakarta Wujudkan Transformasi Layanan Kesehatan Warga Jakarta
Rumah Sehat untuk Jakarta. (Foto: Dok. MPI)
A
A
A

Sri berpesan kepada para orang tua yang anaknya mengalami gangguan belajar, agar jangan ragu menjalani terapi dan pengobatan di Rumah Sehat untuk Jakarta. Sebab, di Rumah Sehat untuk Jakarta Duren Sawit, dari pelayanan, peralatan, fasilitas, hingga tenaga medisnya sangat mendukung kesembuhan pasien.

"Untuk perubahan nama dari RSUD menjadi Rumah Sehat untuk Jakarta itu sangat tepat dan setuju banget. Karena secara psikologis orang yang datang ke Rumah Sehat untuk Jakarta mempunyai semangat tinggi untuk sembuh dan bertambah sehat. Semoga Pemprov DKI Jakarta tetap mempertahankan prestasi layanan kesehatan bagi masyarakat," ujarnya.

Sedangkan Dokter Apin, dokter spesialis anak dan praktisi kesehatan di Rumah Sehat untuk Jakarta Pasar Rebo, Jakarta Timur, mengatakan, penjenamaan RSUD menjadi Rumah Sehat untuk Jakarta harus dibarengi dengan peningkatan pelayanan kesehatan kepada pasien dan peningkatan peralatan medis.

"Perubahan nama tersebut diharapkan juga membawa perubahan untuk mutu layanan pasien dan kualitas peralatan medis. Di samping itu, peningkatan sarana dan prasarana juga semakin lebih baik ke depannya," jelas dr. Apin yang sudah delapan tahun berpraktik di Rumah Sehat untuk Jakarta --yang sebelumnya RSUD-- Pasar Rebo.

Ia menambahkan, Rumah Sehat untuk Jakarta Pasar Rebo dengan status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), dapat merencanakan, mengelola secara langsung pendapatannya, dan mengendalikan semua urusan internal secara lebih fleksibel. Tentunya dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Sementara itu, menurut epidemiolog Universitas Indonesia, Doktor Pandu Riono, penjenamaan Rumah Sehat untuk Jakarta dapat mengubah pola pikir masyarakat, agar tidak hanya berkunjung pada saat sakit, namun juga dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan kualitas kesehatannya. Dengan demikian, masyarakat menjadikan kesehatan sebagai tujuan dan cara hidup.

“Selama ini paradigma rumah sakit kita berorientasi pada kuratif dan rehabilitatif, sehingga orang datang karena sakit dan ingin sembuh. Datanglah ke rumah sakit untuk sembuh, padahal untuk sembuh harus sakit dulu. Karena itu Rumah Sehat ini perannya ditambah, yakni aspek promotif dan preventif,” ungkapnya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement