Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pengusaha Kaya Raya Ini Berani Menentang Putin, Konsekuensinya Harus Tinggalkan Rusia

Susi Susanti , Jurnalis-Sabtu, 13 Agustus 2022 |18:37 WIB
Pengusaha Kaya Raya Ini Berani Menentang Putin, Konsekuensinya Harus Tinggalkan Rusia
Pengusaha kaya raya ini berani menentang Preside Rusia Vladimir Putin (Foto: BMI)
A
A
A

Mints menyebut tindakan Putin “keji” dan menilai invasi itu sebagai “peristiwa paling tragis dalam sejarah baru-baru ini, tidak hanya di Ukraina dan Rusia, tapi juga secara global”.

Dia membandingkan invasi itu dengan invasi Adolf Hitler ke Polandia pada 1939.

“Perang ini adalah wujud kegilaan dari seseorang yang juga haus kekuasaan, Vladimir Putin, yang didukung oleh orang-orang sekitarnya,” ungkapnya.

BBC telah menghubungi Kremlin untuk meminta tanggapan terkait ini.

Mints pertama kali diperkenalkan kepada Putin pada awal 1990-an, namun keduanya baru benar-benar berbincang pada 2 Januari 2000, tepatnya dua hari setelah Putin diangkat sebagai Pelaksana tugas Presiden Rusia.

Mints yang bekerja di bawah mantan Presiden Rusia Boris Yeltsin pada era 1990-an tertarik membahas rencana mereformasi pemerintah daerah untuk mewujudkan demokrasi Rusia abad ke-21.

“Putin mendengar saran saya tanpa mengomentari atau mendebat. Esok harinya, Putin memecat saya,” ujarnya.

Dia lalu menyadari bahwa visi Putin terhadap Rusia “jauh berbeda” dibanding pemerintahan sebelumnya.

Tiga tahun kemudian, setelah meninggalkan politik, Mints mulai menjadi broker saham untuk klien-klien pribadi.

Sejauh ini, usai invasi Rusia, Mints juga belum disanksi oleh pemerintah Inggris. Berbeda dengan pengusaha-pengusaha Rusia lainnya yang teridentifikasi dekat dengan Kremlin.

Meski demikian, namanya muncul dalam "daftar Putin" yang dirilis AS pada 2018.

Dari 210 nama di daftar itu, 114 di antaranya terdaftar sebagai pejabat pemerintah dan yang terkait, atau pengusaha-pengusaha kunci.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement