Sebanyak 96 orang lainnya, termasuk Mints, terdaftar sebagai oligark yang sepertinya lebih mempertimbangkan fakta bahwa mereka memiliki kekayaan lebih dari USD1 miliar (Rp14,7 triliun) dibanding hubungan dekat mereka dengan Kremlin.
Mints juga pernah masuk ke dalam daftar miliarder dunia versi Forbes pada 2017 dengan total kekayaan sebesar USD1,3 miliar (Rp19,1 triliun).
Namun Mints menolak sebutan oligarki.
“Tidak semua pengusaha Rusia pro-Putin dan tidak semua orang kaya Rusia adalah ‘oligarki’,” terangnya.
“Di Rusia, oligarki berarti pebisnis yang erat dengan Putin, sehingga sebagian besar kekayaan dan keuntungan bisnisnya bergantung pada kerja sama dengan negara,” lanjutnya.
“Rusia bukan hanya ladang minyak dan tambang aluminium. Ini adalah negara berpenduduk 140 juta jiwa. Orang-orang di sana sama seperti di tempat lain dengan kebutuhan yang tidak berbeda dengan orang-orang di negara Barat,” ungkapnya.
Mints yang sekarang tinggal di Inggris telah merasa nyaman tanpa perlu pengamanan khusus untuk menjaga dirinya dan keluarganya. Untuk saat ini, dia juga tidak berencana pulang ke Rusia.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.