Share

Peringati Hari Bersejarah PD II, PM Kishida Bersumpah Jepang Tidak Akan Lagi Kobarkan Perang

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 15 Agustus 2022 12:51 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 15 18 2648026 peringati-hari-bersejarah-pd-ii-pm-kishida-bersumpah-jepang-tidak-akan-lagi-kobarkan-perang-LDNVe66SKz.jpg Perdana Menteri Fumio Kishida berbicara pada acara peringatan 77 tahun menyerahnya Jepang pada Perang Dunia II di Nippon Budokan, Tokyo, Jepang, 15 Agustus 2022. (Foto: Reuters)

TOKYO - Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida berjanji untuk tidak pernah lagi mengobarkan perang pada peringatan penyerahan Jepang pada Perang Dunia II, sementara anggota kabinetnya memperingati hari bersejarah ini dengan kunjungan ke kuil kontroversial, langkah yang memicu kemarahan China dan Korea Selatan.

Kuil Yasukuni dipandang sebagai simbol militerisme masa lalu Jepang. Kuil itu merupakan penghormatan bagi 14 pemimpin masa perang Jepang dihukum sebagai penjahat perang oleh pengadilan Sekutu, serta tentara dan korban perang dari pihak Jepang.

BACA JUGA: Ini Warisan Shinzo Abe yang Sukses Selamatkan Ekonomi Jepang 

Kunjungan ke tempat itu kembali memanaskan hubungan Jepang dengan China sudah sangat tegang tahun ini. Ketegangan kedua negara meningkat awal bulan ini setelah Beijing melakukan latihan militer besar-besaran di sekitar Taiwan sebagai respons atas kunjungan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi ke Taipei awal Agustus.

Selama latihan, beberapa rudal China jatuh di perairan di dalam Zona Ekonomi Eksklusif Jepang.

Menurut laporan Kyodo, Kishida mengirim persembahan ke kuil yang terletak di pusat Tokyo tanpa melakukan kunjungan.. Dia juga mengirimkan persembahan kepada Yasukuni selama festival tahun lalu dan musim semi ini.

"Kami tidak akan pernah lagi mengulangi kengerian perang. Saya akan terus memenuhi sumpah yang teguh ini," kata Kishida pada pertemuan sekuler di tempat lain di Tokyo, yang juga dihadiri oleh Kaisar Naruhito.

"Di dunia di mana konflik masih belum mereda, Jepang adalah pemimpin proaktif dalam perdamaian," katanya sebagaimana dilansir Reuters.

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

Tayangan dari NHK menunjukkan kuil itu dikunjungi pada Senin (15/8/2022) pagi oleh beberapa menteri kabinet, termasuk Menteri Keamanan Ekonomi Sanae Takaichi. Sebelumnya situs itu dikunjungi oleh Koichi Hagiuda, kepala dewan penelitian kebijakan Partai Demokratik Liberal (LDP) dan sekutu penting mantan perdana menteri Shinzo Abe yang terbunuh.

“Wajar bagi negara mana pun untuk menghormati mereka yang memberikan hidup mereka untuk negara mereka,” kata kepala sekretaris kabinet Hirokazu Matsuno sebelumnya pada Senin. "Jepang akan terus memperkuat hubungannya dengan tetangganya, termasuk China dan Korea Selatan."

Sekelompok anggota parlemen yang biasanya mengunjungi secara massal pada 15 Agustus mengatakan pekan lalu mereka tidak akan melakukannya karena lonjakan kasus virus corona baru-baru ini.

Abe adalah perdana menteri terakhir dalam ingatan baru-baru ini yang mengunjungi Yasukuni saat menjabat, pada 2013 - kunjungan yang membuat marah China dan Korea Selatan dan bahkan mendapat teguran dari sekutu dekatnya Amerika Serikat.

Amerika Serikat dan Jepang telah menjadi sekutu keamanan yang setia dalam beberapa dekade sejak berakhirnya perang, tetapi warisannya masih menghantui Asia Timur.

Warga Korea memperingati 15 Agustus sebagai Hari Pembebasan Nasional, membenci penjajahan Jepang pada 1910-1945 di semenanjung itu, sementara China memiliki kenangan pahit tentang invasi dan pendudukan pasukan kekaisaran di beberapa bagian negara itu dari tahun 1931-1945.

Kishida telah berjanji untuk secara substansial meningkatkan anggaran pertahanan Jepang, mengutip lingkungan keamanan regional yang semakin tegang, tetapi tidak menyebutkan dalam pidato baru-baru ini tentang salah satu impian Abe, merevisi konstitusi pasifis negara itu, meskipun dia telah membicarakannya sebelumnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini